Breaking News:

Gugatan Belum Selesai, Warga di Kota Bandung Ini Tolak Pembongkaran Lahan oleh PT KAI

Pembongkaran rumah permanen dan semi permanen di kawasan tersebut dinilai melanggar hukum karena warga sedang menanti gugatan.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Warga membentangkan spanduk berisi tulisan menolak pembongkaran tersebut. Bahkan, ada 40 Kepala Keluarga (KK) dengan 18 obyek bangunan melakukan gugatan ke Pengadilan.

Tarid Ferdiana, kuasa hukum warga yang rumahnya menolak dibongkar mengatakan, warga keberatan dengan PT KAI yang bertindak semena-mena.

Baca juga: Unjuk Rasa Pensiunan PT KAI, BPJS Kesehatan Tak Dibayar Keluarkan Duit Sendiri Untuk Obati Jantung

Menurut dia, pembongkaran rumah permanen dan semi permanen di kawasan tersebut dinilai melanggar hukum karena warga sedang menanti gugatan.

"Kita sedang melakukan gugatan karena itu adalah hak warga. Kita hanya mencari keadilan, tidak ingin keluar dari rumah masing-masing tapi dengan ganti rugi yang tidak sesuai," ujar Tarid, Senin (11/10/2021).

Menurut Tarid, seharusnya PT KAI menunda pembongkaran hingga gugatan warga di pengadilan selesai atau inkrah.

"Kita sudah masuk gugatannya ada 30 Agustus 2021. Pada 21 September sudah sidang pertama, tapi ini pas 4 Oktober sudah ada salah satu rumah penggugat yang ditertibkan secara paksa oleh PT KAI," katanya.

Selain itu, kata dia, PT KAI juga hanya memberikan Rp. 200 ribu per meter untuk bangunan semi permanen dan Rp. 250 ribu bangunan permanen sebagai kompensasi kepada warga.

Dengan nominal tersebut, kata dia, warga tidak akan mendapat rumah pengganti ketika harus meninggalkan tempat tinggalnya saat ini.

Baca juga: Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun PT KAI Daop 3 Cirebon Turun, Tak Lagi Rp 85 Ribu

"Jaman sekarang di mana dapat lahan Rp250 ribu per meter," ucapnya.

Pembongkaran belasan rumah di lahan milik PT KAI ini nantinya akan dibangun Laswicity Heritage. Lokasinya ada di gudang persediaan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tempat rencananya akan disulap menjadi tempat menarik dengan bangunan bersejarah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved