Breaking News:

Kuliah Umum

Ferry Juliantono Gaungkan Revolusi Ekonomi, Sistem Pancasilais Harus Dibangkitkan

Sistem perekonomian di Indonesia harus diarahkan kepada sistem ekonomi Pancasila. Perubahan sistem ini juga hanya bisa dilakukan dengan jalan...

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / KIKI ANDRIANA
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar kuliah umum tentang revolusi sistem ekonomi Indonesia di kampus Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) di Jatinangor, Sumedang, Senin (11/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID,SUMEDANG - Sistem perekonomian di Indonesia harus diarahkan kepada sistem ekonomi Pancasila. Perubahan sistem ini juga hanya bisa dilakukan dengan jalan satu-satunya, yakni revolusi. 

Demikian disampaikan Dr Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) seusai menyampaikan kuliah umum tentang revolusi sistem ekonomi Indonesia di kampus Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) di Jatinangor, Sumedang, Senin (11/10/2021).

Ferry menilai gelombang reformasi yang telah terjadi ditandai dengan berusahnya sistem politik pada 1998 terbukti tidak bisa menjawab perubahan ekonomi. Sebab, reformasi ternyata hanya perubahan yang bisa dinikmati oleh kalangan elit.

"Sistem reformasi itu tidak merubah ekonomi sampai ke rumah-rumah rakyat, apalagi sampai ke piring-piringnya. Sehingga, tidak ada kata lain selain revolusi. Narasi tentang revolusi harus dibangun," kata Ferry. 

Dr Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)
Dr Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) (TRIBUN JABAR / KIKI ANDRIANA)

Revolusi adalah perubahan struktur secara cepat. Revolusi sistem ekonomi adalah merubah dengan cepat struktur ekonomi yang selama ini tidak memihak kepada rakyat. Revolusi ini akan mengarahkan perubahan kepada sistem ekonomi pancasila. 

Namun, kata Ferry, yang mesti diingat adalah revolusi ini bukan seperti revolusi sosial. Namun, lebih bersifat kepada pikiran dalam berekonomi. 

Kembalinya sistem ekonomi pancasila. Bacalah Undang-Undang 1945, baca juga pembukaan UU 1945, baca juga batang tubuhnya pasal 33

. Kalau ada orang yang enggak setuju dengan revolusi ini, mereka enggak pancasialis," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved