Breaking News:

Dedi Mulyadi Marah-marah di Pasar Leuwipanjang, Ancam Pidanakan Seorang Pedagang, Ini Ceritanya

Kang Dedi Mulyadi mengamuk saat meninjau Pasar Leuwipanjang, Purwakarta. Bahkan ia mengancam memidanakan seorang pedagang.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat mendatangi Pasar Leuwipanjang, Purwakarta. 

Padahal di dalam terdapat kios yang disediakan oleh pemerintah secara gratis.

Menurut Dedi, pasar tersebut merupakan aset pemerintah bukan pribadi. Sehingga semua harus taat aturan dan ditertibkan tanpa pandang bulu.

Dedi Mulyadi saat mendatangi Pasar Leuwipanjang, Purwakarta. Ia geram melihat pedagang berjualan di luar pasar.
Dedi Mulyadi saat mendatangi Pasar Leuwipanjang, Purwakarta. Ia geram melihat pedagang berjualan di luar pasar. (Istimewa)

“Semua harus ditertibkan kalau enggak nanti sisirikan. Sekarang sosialisasi, besok bongkar. Semua yang melanggar harus ditertibkan. Kalau semua bertindak sendiri-sendiri negara membiarkan bisa kacau. Semua orang punya ego negara fungsinya mengatur,” ucapnya.

Saat menyisir bagian samping pasar, Dedi menanyai seorang pedagang daging yang berjualan bukan pada tempatnya alias ilegal.

“Ini kenapa kamu jual di pinggir jalan, punya kios?,” tanya Dedi.

“Punya, Pak. Tapi dijual, dioper,” kata pria pedagang daging itu.

Mendengar hal tersebut Dedi pun geram dan mengancam untuk mempidanakan pedagang tersebut.

Sebab pedagang tersebut telah memperjual-belikan kios aset pemerintah yang sebelumnya dibagikan secara gratis.

“Kita pidanakan. Enggak boleh itu aset negara. Pemerintah memberi gratis, subsidi, agar membantu pedagang tidak terjerat utang rentenir. Kios oper ke orang lain, kamu jualan di depan. Itu aset negara, kalau dipindahtangankan kamu harus izin ke negara. Itu uang masuk ke pribadi, kalau kamu aparat negara kamu korupsi namanya,” ujar Dedi.

Terkait temuan tersebut Dedi meminta pemerintah mendata kembali pedagang pasar yang memiliki kontrak dan perjanjian kios tidak boleh dijual.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved