Breaking News:

Waduh Kasus Covid-19 di Bandung Capai 100 Kasus Lagi, Pengawasan Diperketat

Kasus penyebaran covid-19 di Kota Bandung kembali menyentuh angka 100 kasus per Sabtu (9/10/2021).

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus penyebaran covid-19 di Kota Bandung kembali menyentuh angka 100 kasus per Sabtu (9/10/2021). Sebelumnya, kasus aktif di Kota Bandung sudah sempat menurun di bawah 100 kasus. 

Meskipun kasus aktif sudah tembus 100 kembali, tetapi kabar menggembirakannya ialah pasien positif covid setiap harinya banyak yang sembuh. Sejauh ini sudah ada sebanyak 41.009 orang yang sembuh dari covid di Kota Bandung.

Wilayah yang menjadi perhatian karena penyebaran kasus tertinggi di Kota Bandung, antara lain Kecamatan Sukasari dengan 15 kasus, Kecamatan Sukajadi, Coblong, dan Cibeunying Kidul dengan 8 kasus, serta Kecamatan Cibeunying Kaler dengan 7 kasus.

Baca juga: BPOM Terbitkan EUA untuk Vaksin Zifivax sebagai Jenis Vaksin COVID-19 Kesepuluh di Indonesia

Sementara di tingkat kelurahan, ada Kelurahan Sarijadi paling tinggi dengan 7 kasus, Kelurahan Sekejati dan Gegerkalong dengan 5 kasus, serta Kelurahan Sukaluyu dan Sadangserang dengan 4 kasus.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) pada Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi menyebut masyarakat sudah memahami terkait 5M, sehingga pelanggaran perorangan dinilai menurun.

Sementara untuk badan usaha atau perusahaan masih banyak terjadi pelanggaran.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Sejumlah Event di Majalengka Akan Kembali Digelar 2022 Mendatang

Dalam sebulan terakhir, katanya, pelanggaran perorangan sebanyak 586 orang dengan dilakukan teguran lisan.

Sedangkan pelaku usaha atau badan hukum ada 17 teguran lisan, 44 kasus penahanan KTP, dan 34 kasus denda yustisi.

"Kami sampai September saja menindak denda administratif senilai Rp 130.150.000 sementara non prokes Rp 21 juta denda itu masuk ke kas daerah," katanya, Minggu (10/10/2021)

Pada saat penindakan, Satpol PP juga lebih mengedepankan tindakan persuasif serta bekerjasama dengan satgas kewilayahan.

Biasanya titik yang banyak pelanggaran, antara lain Dago, Gasibu, Saparua, dan taman-taman yang sering didatangi warga

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved