Breaking News:

Pemilihan Ketua Umum PSSI Jawa Barat Munculkan Kandidat Terbanyak Dibanding Daerah Lain di Indonesia

Tokoh sepakbola nasional yang juga mantan ketua PSSI Jawa Barat, Toni Apriliani, mengungkapkan bahwa pemilihan kali ini memang cukup banyak.

DOKUMENTASI TRIBUNNEWS
Logo PSSI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Pemilihan calon ketua umum PSSI Jawa Barat perioden 2021-2025 sampai 5 Oktober sudah tujuh kandidat yang mendaftar. Jumlah ini menjadi yang terbanyak.

Tokoh sepakbola nasional yang juga mantan ketua PSSI Jawa Barat, Toni Apriliani, mengungkapkan bahwa pemilihan kali ini memang cukup banyak.

"Biasanya tidak sebanyak ini," kata Toni di Bandung, Minggu (10/10).

Toni berharap, Komite Pemilihan (KP) PSSI Jawa Barat bisa menyikapinya dengan baik. Menurutnya, KP wajib menjaga intergritas agar bersikap netral, independen, dan tegas.

"Komite pemilihan ini sangat besar dan krusial perannya dalam menentukan calon lolos atau tidak lolos. KP ini harus senetral mungkin, harus dipilih betul. Nanti mereka harus memverifikasi dengan baik, sesuai data yang mereka dapatkan," katanya.

Sepak bola, diakui Toni merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia. Oleh karena itu, banyak pihak yang memiliki kepentingan di dalamnnya.

"Kehebatan sepakbola di situ, banyak pihak yang berkepentingan," ucapnya.

Toni yang juga pernah menjadi Exco PSSI Pusat ini pun menegaskan KP harus independen sehingga tidak bisa diintervensi oleh siapapun. 

"Tidak boleh ada intervensi dari manapun. Keberpihakan KP harus dibuang jauh-jauh, agar pemilihan ini demokratis, tanpa intervensi. Supaya calon yang terpilih nanti berdedikasi dan bisa memajukan sepakbola Jawa Barat. Supaya PSSI dipandang sebagai federasi sepakbola yang betul-betul merakyat," ujarnya.

Menanggapi dinamikan ini, bakal calon ketua umum, Ramram Mukhlis Ramdani percaya pemilihan bakal berjalan baik dan lancar.

Ramram  optimis, intergritas yang dimiliki KP PSSI Jawa Barat sangat tinggi dan terbebas dari intervensi apapun.

"Saya yakin KP akan independen. Sehingga dalam menentukan kandidat yang lolos atau tidak, akan benar-benar berdasarkan hasil verifikasi data, bukan berdasarkan intervensi dari manapun," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved