Breaking News:

Lokasi Penemuan Fosil Hewan di Bandung Barat Dijaga Aparat Gabungan Selama 24 Jam

Lokasi penemuan fosil hewan di Waduk Saguling bakal dijaga ketat oleh aparat gabungan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Paleontolog dari berbagai perguruan tinggi saat melakukan penelitian di lokasi penemuan benda yang diduga fosil hewan di bantaran Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (10/10/2021). 

TRIBUNJABAR.IR, BANDUNG BARAT - Lokasi penemuan fosil hewan di Waduk Saguling, Kampung Suramanggala, RT 01/ 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal dijaga ketat oleh aparat gabungan.

Penjagaan tersebut dilakukan setelah sejumlah paleontolog dari berbagai perguruan tinggi menemukan fosil berupa tulang hewan seperti kerbau, sapi, rusa, dan gajah. Fosil yang ditemukan merupakan bagian lengan, kaki, tangan, tulang belakang, dan bagian kepala.

Camat Cipongkor, Yayat Ruhyat mengatakan, pihaknya bersama aparat kewilayahan bakal menjaga kawasan tersebut selama 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca juga: Peneliti Senang Temukan Fosil Gajah di Bandung, Diperkirakan Berusia Ribuan Tahun, Bisa Jadi Bukti

"Nanti kita akan menyiagakan perangkat desa maupun aparat lainnya untuk menjaga kawasan ini agar selama dilakukannya observasi maupun penelitian tidak ada yang hilang," ujarnya saat ditemui di lokasi penemuan fosil, Minggu (10/10/2021).

Yayat mengaku, merasa bangga dengan penemuan fosil hewan tersebut lantaran hal itu membuktikan bahwa Kecamatan Cipongkor menyimpan kekayaan alam termasuk potensi wisata yang harus terus digali.

"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kawasan ini karena sedang dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penemuan fosil tersebut," kata Yayat.

Baca juga: Disparbud KBB Bilang Tulang yang Ditemukan Warga di Waduk Saguling Kemungkinan Fosil Hewan Purba

Selain itu, pihaknya juga saat ini tengah menyusun upaya pengembangan kawasan tersebut yang berbasis konservasi yang nantinya wisatawan tetap bisa datang untuk melihat fosil yang sudah ditemukan.

"Kita sedang susun bagaimana kedepan wisata dan langkah konservasi berjalan beriringan. Kita akan musyawarahkan dulu dengan berbagai pihak," ucapnya.

Paleontolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Mika Rizki Puspaningrum, menambahkan, pihaknya mendorong agar lokasi penemuan fosil hewan itu agar kawasannya bisa berstatus konservasi.

Baca juga: Fosil Gigi Megalodon Ditemukan di Sukabumi, Giginya Seukuran Telapak Tangan Orang Dewasa

"Kalau bisa ada status konservasinya agar bisa dijaga bersama supaya bertahan lama dan anak cucu bisa belajar. Kalau mau diserahkan ke pihak yang berkepentingan, kan sayang diambil dan jadi koleksi pribadi," kata Mika.

Menurutnya semua pihak harus duduk bersama guna melindungi kawasan tersebut agar tidak dijarah atau tidak dirusak karena dengan adanya fosil di tempat ini juga bisa menambah nilai lebih untuk pengembangan kawasan wisata. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved