Breaking News:

IPO Menilai Mengusung Kembali Prabowo Dalam Bursa Pilpres 2024 Bukan Pilihan Bijak.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan maju dalam bursa pencalonan Presiden Tahun 2024. 

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
tribunnews
Prabowo Subianto 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto dipastikan maju dalam bursa pencalonan Presiden Tahun 2024. 

Kepastian ini disampaikan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan pada Sabtu (9/10/2021) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan, bahwa pernyataan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani tersebut masih bersifat individu, dan belum berdasarkan suara bulat dari keseluruhan Partai Gerindra. 

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Prabowo Kawal Jokowi di Jip, Lantik 3.103 Orang Anggota Komcad di Batujajar

"Menurut saya, Pernyataan Sekjen (Ahmad Muzani) sah saja meskipun bukan keputusan parpol Gerindra secara resmi. Hanya saja disayangkan ketika pilihan pada Prabowo hanya didasarkan perasaan, bukan mendasar pada riset dan kajian," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (10/10/2021).

Dedi menuturkan, meski pihaknya tidak meragukan kualitas dan popularitas Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden, namun berdasarkan hasil survei masyarakat, bahwa, sejak kalah pada Pilpres 2019 lalu, konsistensi elektabilitas Prabowo mengalami penurunan.

Sehingga, menawarkan kembali Prabowo di Pilpres 2024, jelas bukan pilihan bijak.

Baca juga: Ini Kucing-kucing Menhan Prabowo yang Baru, Dikenalkan Setelah Bobby Si Kucing Nakal Tenar di IG

Bahkan, menurutnya, berdasarkan pada data hasil survei IPO terbaru, terhadap 1200 responden secara acak dan menggunakan metode random teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat dengan tingkat akurasi 97 persen dan sampling error, 2,50 persen, dihasilkan 20 tokoh yang berpotensi terpilih  pada simulasi Pilpres 2024.

Dimana, Anies Baswedan menempati urutan tertinggi dengan tingkat persentase 18,7 persen, disusul Ganjar Pranowo diurutan kedua (16,5%), di urutan ketiga, Sandiaga Uno (13,5%), selanjutnya Agus Harimurti Yudhoyono (9,9%), Prabowo Subianto (7,8%), Ridwan Kamil (6,2%), Erick Tohir (4,7%), Tito Karnavian (3,6%), Airlangga Hartarto (2,5%), Zulkifli Hasan (1,9%), Haedar Nashir (1,7%), sedangkan tokoh lainnya memiliki persentase di bawah satu persen.

Baca juga: KH Adib Rofiuddin, Pimpinan Ponpes Buntet Cirebon Doakan Prabowo Subianto Seperti Ini

"Jika melihat data tersebut, maka kita dapat melihat tren 2024 kontestasi pada tokoh atau sosok generasi baru, sekurangnya tidak pernah mengikuti kontestasi Pilpres. Kita bisa lihat catatan survei IPO terakhir, Prabowo bahkan tidak masuk jajaran tiga besar, dan tertinggal dengan Sandiaga Uno yang sama-sama berasal dari Gerindra.
Semestinya, Prabowo melihat prospek Sandiaga yang lebih berpotensi menguntungkan, dibanding dirinya yang sudah waktunya pensiun," ucapnya.

Disamping itu menurutnya, jika Prabowo memaksakan kehendak, maka Ia akan mudah diserang isu kekalahan berulang kali, sehingga kian menggerus kharisma politiknya.

"Saran sederhana, Gerindra perlu menghitung ulang, sementara mereka punya Sandiaga Uno, jangan sampai kembali terjerumus pada kekalahan yang sama dengan mengusung Prabowo dalam bursa Pilpres 2024," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved