Breaking News:

Harga Telur Ayam Makin Tersungkur Tinggal Segini, Para Peternak Merugi Hingga Rp 260 Juta per Hari

Hampir dua bulan ini harga telur ayam ras di tingkat peternak di Ciamis semakin tak berkutik bahkan makin terpuruk. Jauh  di bawah biaya pokok produk

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID
ILUSTRASI pedagang telur ayam 

Bila kerugian tiap kg-nya sebesar Rp 4.000, menurut H Kuswara para  peternak di Ciamis tiap hari mengalami kerugian mencapai Rp 260 juta/hari.

Total rata-rata kerugian yang ditanggung ratusan peternak ayam  petelur di Ciamis mencapai Rp 260 juta/hari.

“Kalau seminggu, mencapai Rp 2 milyar,” katanya .

Sekedar contoh menurut H Kuswara, populasi ayam petelur yang dikelola H Udin Grup Panumbangan mencapai 300.000 ekor. Dengan kandang tersebar tidak hanya di Panumbangan, tetapi juga di Sukasari, Guranteng dan Pager Agung Tasikmalaya.

Tiap hari diproduksi sekitar 6 ton telur atau sekitar 400 peti telur (tiap peti berisi 15 kg telur).

Menurut H Kuswara yang juga pengelola peternakan Tanjung Mulya  (H Udin Group) sebanyak 6 ton telur dari Tanjung Mulya Group didistribusikan untuk memasok kebutuhan pasar di  Bandung, Sumedang, Garut,  Tasikmalaya dan Ciamis sendiri.

Bila tingkat kerugian mencapai Rp 3.000-Rp 4.000/kg, dengan tingkat produksi 6 ton perhari, kata H Kuswara tiap hari Tanjungmulya Group nombok sekitar Rp 30 juta/hari.

“Kerugian rata-rata Rp 30 juta/hari,” ujar H Kuswara.

Dengan tingkat harga di peternak Rp 14.500/kg, harga telur di tingkat eceran juga turun sampai Rp 18.500/kg. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved