Breaking News:

Vaksinasi Rendah, Garut Kembali ke PPKM Level 3, Bupati Garut Bersama Kapolres dan Dandim ke Jakarta

Vaksinasi Covid-19 yang masih rendah, Garut kembali ke PPKM Level 3. Bupati garut bersama Kapolres Garut dan Dandim harus ke Jakarta jemput vaksin

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin (26/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Sidqi Al Ghifari

 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Vaksinasi Covid-19 yang masih rendah membuat Garut kembali ke PPKM Level 3. Pemkab Garut menargetan bisa vaksinasi lebih dari 50 persen agar kembali ke PPKM Level 2.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan pihaknya bersama Forkopimda sampai harus pergi ke Jakarta untuk memastikan stok vaksin untuk Garut kembali tersedia.

"Sekarang vaksinnya ada, kemarin bersama Pak Kapolres, Pak Dandim ke Jakarta, " ujarnya saat diwawancarai awak media, Sabtu (9/10/2021).

Rudy Gunawan menjelaskan saat ini Kabupaten Garut memiliki dosis vaksin sebanyak 300 ribu yang siap dipakai untuk warganya dan 200 dosis vaksin yang sedang dipersiapkan.

Baca juga: Kronologi Perempuan di Garut di Simpan Duit RP 1.1 Miliar di Motor, di Perjalanan Dibegal 3 Orang

Ia meminta semua pihak termasuk warga untuk membantu pemerintah mempercepat target herd immunity agar setiap sektor ekonomi kembali jalan.

"Kalau sudah ada 500 ribu kita menuju ke angka 35 persen. Pokoknya November kita kembali level 2, tapi kita perlu bantuan dari semuanya, kalau tidak itu kita akan repot lagi," kata Bupati Garut.

Tersedianya ratusan ribu dosis vaksin menurutnya akan disebar ke sejumlah daerah dengan mendekatkan vaksin kepada penerima seperti puskesmas, rumah sakit dan desa.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Garut, Abar Barkah, mengatakan, jika Garut ingin kembali masuk ke PPKM level 2 harus ada kerja sama hingga tingkat RT dalam mempercepat vaksinasi.

Termasuk menggenjot vaksinasi per hari di angka 27 ribu jika Garut ingin kembali masuk PPKM level 2 di tanggal 19 Oktober.

"Solusi yang paling mungkin dilakukan pemerintah melakukan kebijakan luar biasa salah satunya jemput bola membuka layanan umum vaksinasi tingkat Desa bahkan kalau bisa tingkat RW, atau bisa saja melakukan "door to door," ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved