Surati Kapolri, Brigjen Junior Tumilaar Dicopot dari Jabatan, Kini Jadi Staf Jenderal Andika Perkasa

Brigjen Junior Tumilaar dicopot dari jabatannya sebagai Irdam Kodam XIII Merdeka setelah surati Kapolri. Dia jadi staf KSAD Jenderal Andika Perkasa

Editor: Mega Nugraha
Brgadir Jenderal TNI (Irdam XIII/Merdeka) Junior Tumilaar(republika.co.id)
Brigjen Junior Tumilaar 

TRIBUNJABAR.ID- Brigjen Junior Tumilaar dicopot dari jabatannya sebagai Irdam Kodam XIII Merdeka setelah surati Kapolri. Dia jadi staf KSAD Jenderal Andika Perkasa

Brigjen Junior Tumilaar dicopot dari jabatannya setelah sebelumnya sempat menyurati Kapolri Jenderal TNI Listyo Sigit Prabowo.

Dalam surat pada Kapolri itu, terkait panggilan Polri pada Babinsa dan penangkapan warga yang berkonflik dengan pemilik lahan.

"Istilah dicopot itu terlalu keras ya. Tapi sekali lagi, sesuatu hal yang dilakukan oleh saya menyurat kepada Kapolri ya pasti ada risikonya. Risikonya ya pasti kalau mau ditemukan dalam tulisan hukum disiplin militer dengan hukum pidana militer, pasti ada semuanya. Saya siap laksanakan itu," ujar Brigjen Junior Tumilaar dikutip dari Kompas TV, Sabtu (9/10/2021).

Ia menyadari bahwa langkahnya membuat surat dengan tulisan tangan pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit terkait pemanggilan Babinsa menyalahi disiplin militer.

"Ya, kita kan dididik. Ada namanya peraturan militer dasar, di antaranya hukum pidana tentara, hukum disiplin tentara. Itu kan sudah diajarkan sejak pendidikan pertama. Itu peraturan militer dasar. Saya sudah perkirakan pasti saya melanggar, saya sadar itu," ujar Junior.

Karena menyadari, dia juga tahu betul bahwa tindakannya itu akan berdampak sesuatu pada dirinya.

"Tapi demi negara ini, boleh saja kan saya melakukan sesuatu yang lebih besar dan saya yakini jadi bahan masukkan. Kalau kita namanya bertempur, berperang ada sesautu yang dikorbankan." ucap Junior menambahkan.

Meski pencopotan jabatannya itu sebagai resiko yang lahir dari perbuatannya menyurati Kapolri, dia mengaku tidak menyesal.

Junior menilai, tindakannya itu untuk sesuatu yang benar. Dia juga menyangkal bahwa apa yang dilakukan semata-mata untuk terkenal sehingga mendapat jabatan yang lebih tinggi di TNI.

"Untuk apa menyesal kalau untuk hal yang benar, untuk kebaikan orang lain. Apalagi untuk kebenaran negara ini. Untuk apa kita takut, untuk apa kita hidup. bermanfaatlah bagi orang lain, untuk negara, untuk rakyat. Harus itu. jangan cuma ngomong doang," ujar Junior.

Baca juga: Sangarnya Si Totol Penghuni Gunung Tilu dan Menawannya Si Black Panther Penghuni Gunung Ciremai

Soal Babinsa Dipanggil Polisi

Dia bukan berkeyakinan bahwa Babinsa tidak boleh dipanggil polisi setelah ada laporan dari perusahaan ternama.

"Bukan berarti Babinsa tidak boleh dipanggil, boleh, tapi kan tata caranya beri tahu, koordinasikan dengan komandan satuan. Ini tidak dilakukan, ini (malah) dilakukan berdasarkan laporan," ujar Junior. "Menurut saya ini pelecehan, lama-lama jadi gangguan dan ancaman," ujar Junior.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved