Breaking News:

Di Medsos Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi, Polri: Proses di Kepolisian Didasari Alat Bukti

Beberapa waktu terakhir, ramai hashtag atau tanda pagar (tagar) #PercumaLaporPolisi

Tangkap Layar Kompas Tv
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono (Tangkap Layar Kompas Tv) Senin (13/9/2021) 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa waktu terakhir, ramai hashtag atau tanda pagar (tagar) #PercumaLaporPolisi.

Tagar tersebut berkaitan dengan berita kasus dugaan rudapaksa oleh ayah kandung di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang prosesnya dihentikan polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono pun menanggapi ramainya tagar #PercumaLaporPolisi.

Dirinya menyatakan, tiap laporan masyarakat ke polisi akan ditindaklanjuti.

Baca juga: Tagar #ReneOut, Tanda Kutukan Pelatih Asing Persib Muncul, Pengamat: Tim Ini Mengkilap Tapi Kok

Dilansir dari Kompas.com, dirinya melanjutkan, proses hukum akan dilakukan berdasarkan alat bukti yang ada.

"Yang jelas, setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum pasti akan ditindaklanjuti. Dan tentunya proses di kepolisian sendiri didasari dari alat bukti," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Saat disinggung soal kasus kekerasan seksual cenderung diabaikan polisi, Rusdi menanyakan sumber data.

Menurut Rusdi, polisi pasti akan melanjutkan proses hukum suatu laporan jika ada alat-alat bukti yang cukup.

"Ketika didasari oleh alat bukti dan penyidik berkeyakinan ada ada suatu tindak pidana, pasti akan ditindaklanjuti," ucap Rusdi.

"Tapi ketika ternyata alat-alat bukti yang menjurus pada laporan tersebut tidak mencukupi dan penyidik berkeyakinan tidak ada suatu tindak pidana, tentu penyidik tidak akan melanjutkan laporan tersebut," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved