Breaking News:

BPRS HIK Cibitung Kolaborasi Bersama Asosiasi/Himpunan Para Pengembang Jabar

BPRS HIK Cibitung mengeluarkan produk pembiayaan untuk pembelian rumah yakni KPR Girya Insani dan Pembiayaan Pelunasan Lahan dan Konstruksi.

Direktur Bisnis BPRS HIK Cibitung, Yetti Zulmartiazmi bersama para aosiasi dan himpunan di acara 'Ngariung' 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Memiliki rumah menjadi kebutuhan dasar, namun harga rumah yang selangit menjadi persoalan utama bagi masyarakat  saat ini.

Pemerintah pun kini meneruskan program 1 juta rumah melalui program pengadaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk mensukseskan program ini, BPRS HIK Cibitung mengeluarkan produk pembiayaan untuk pembelian rumah yakni KPR Girya Insani dan Pembiayaan Pelunasan Lahan dan Konstruksi.

Sosialisasi kedua produk tersebut, BPRS HIK Cibitung mengadakan acara 'Ngariung', ngobrol bareng HIK Cibitung di Hotel Santika Pasir Koja, Jumat (8/10/2021) yang dihadiri oleh asosiasi/perhimpunan pengembang, antara lain APERSI, ASPRUMNAS, HIMPERRA serta agen property Prolov.

Direktur Bisnis BPRS HIK Cibitung, Yetti Zulmartiazmi mengatakan, jika pihak bank melihat peluang untuk membantu para pengembang membangun rumah subsidi dengan mengawal mereka sampai mendapatkan pembiayaan dari bank umum.

"Para pengembang ini ada yang terkendala untuk mendapatkan pembiayaan dari bank umum, dan kami membantu untuk mencapai pintu itu hingga selesai," ujarnya.

Yetti menjelaskan untuk mendapatkan pembiayaan dari bank umum biasanya ada syarat yang dipenuhi, salah satunya adalah lahannya sudah harus lunas.

Apalagi kesulitan yang dialami pengembang, kata Yetti adalah melunasi lahan.
Bersama dengan BPRS HIK Cibitung, pengembang akan dibantu menyelesaikan perizinan, mendanai pelunasan lahan, dan pematangan siap bangun.

Dengan membantu pengembang untuk membangun rumah bersubsidi, maka masayrakat bisa membeli rumah dengan harga terjangkau yaitu Rp 150 juta.

"Saat ini pembelian rumah subsidi juga paling tinggi di kami dengan presentase  47% dan ada juga yang membeli rumah komersil dengan harga Rp 250 juta," ucapnya.

Sementara itu rumah komersil dan subsidi cukup banyak diminati oleh para milenial.

"Banyak milenial usia di bawah 30 tahun yang membeli rumah subsidi karena cicilannya cukup murah, tidak sampai 1 juta," katanya.

Yetti mengatakan, BPRS HIK Cibitung sangat senang turut membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah baik rumah inden ataupun rumah siap huni/ready melalui produk pembiayaan KPR Griya Insani, dikarenakan memiliki banyak keunggulan, diantaranya adalah angsuran yang terjangkau serta persyaratan yang mudah.

BPRS HIK Cibitung yang berkantor pusat di Ruko Sentra Niaga Kalimalang BlokB3 no 6-8, Kayuringin Bekasi, saat ini telah memiliki 5 cabang yakni Cibitung,  Bandung, Purwakarta,  Ciamis, Sukabumi sehingga dengan demikian bisa menjangkau bagi para developer ataupun masyarakat lebih luas.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved