Breaking News:

Atalia Kamil: Jangan takut masukkan anak ke Sekolah Menengah Kejuruan

Atalia Praratya Ridwan Kamil, meminta kepada para orang tua agar tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah menengah kejuruan (SMK)

TRIBUN JABAR / M RIZAL JALALUDIN
ILUSTRASI- PRODUKSI MASKER-Siswa/i SMK di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat saat produksi masker. Rabu (8/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, meminta kepada para orang tua agar tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah menengah kejuruan (SMK). Ia mengatakan akan banyak manfaat yang bisa didapatkan anak jika melanjutkan pendidikan menengah atasnya ke SMK.

"Untuk para orang tua, jangan ragu, jangan takut, kalau buah hatinya meminta untuk masuk atau melanjutkan ke SMK jurusan tata boga. Beri dukungan ke mereka," kata Atalia Kamil saat menjadi pembicara pada webinar dengan tema "Kenali anak-anak kita dan tingkatkan potensi UNIK mereka" yang diadakah oleh SMK Pariwisata Telkom Bandung, Jumat (8/10).

Atalia menuturkan siswa lulusan SMK dibekali oleh keahlian seperti jurusan yang dipilihnya dan lulusan yang memiliki atau dibekali oleh kemampuan tertentu biasanya lebih mudah ketika hendak mencari pekerjaan.

Atalia Ridwan Kamil
Atalia Ridwan Kamil (istimewa)

"Kalau anak kita masuk ke SMK lalu memilih jurusan tata boga, setelah lulus dia bisa berwirausaha atau melamar menjadi chef. Saya melihat yang diperlukan masa kini oleh pelaku usaha bukan jenjang pendidikan tapi pengalaman," kata dia.

Selain itu, lanjut Atalia, dirinya pernah berkeliling ke sejumlah SMK negeri unggulan di Provinsi Jawa Barat dan mengaku takjub dengan SMK-SMK tersebut.

"Waktu itu saya bilang ke Pak Kadisdik Jabar. Pak kadis, ternyata kualitas SMK di kita bagus-bagus," kata dia.

Setiap anak memiliki kemampuan, keunikan bakat dan potensi diri yang berbeda.

Untuk memunculkannya, mereka harus mendapat dukungan maksimal dari keluarga serta lingkungan sosial.

Atalia mengatakan salah satu upaya untuk menemukan potensi luar biasa anak adalah memberikan ruang mengasah diri dan ekspresi.

“Harus didukung oleh lingkungan dan keluarga. Tidak bisa kita melepaskan anak begitu saja. Berikan wawasan, pengetahuan yang cukup,” katanya.

Lingkungan sekolah pun menentukan. Orang tua dan pihak sekolah harus bersinergi dalam memantau perkembangan anak.

Ketika ada kesalahan yang dilakukan, maka pendekatan yang harus dilakukan adalah mencari tahu keresahannya. Jangan langusng menghukum atau memberikan cap nakal.

“Potensi anak SMK juga luar biasa. Mereka sudah dipersiapkan sejak awal untuk menghadapi dunia kerja yang butuh pengalaman. Tugas kita orang tua memberikan pondasinya kemampuan akademik dan emosional,” kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved