Breaking News:

Pimpinan Pusdiklat Dai di Bandung Dinyatakan Ajarkan Aliran Sesat, Mengaku Nabi, Isya Dimulai Jam 10

Pimpinan Pusdiklat Dai di Kota Bandung dinyatakan mengajarkan aliran sesat. Ini ajarannya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Rafani Achyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemimpin Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dai di Kota Bandung dinyatakan menyimpang alias sesat.

Kesimpulan itu didapat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat melakukan sidang terhadap R, pimpinan Pusdiklat Dai yang mengaku sebagai nabi ke-28.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan, ajaran R jelas membawa kesesatan.

Meski pada saat ditanya, R tidak mengakui dirinya sebagai nabi.

"Jadi, dia memang tidak mengaku jadi rosul, tapi kami tidak cukup hanya dengan pengakuan dia, kami telusuri metode pengajaran dia," ujar Rafani, saat dihubungi, Jumat (8/10/2021).

Adapun metode pengajaran yang dilakukan R di Pusdiklat Dai itu menggiring jemaahnya agar menyakini R sebagai rosul.

"Terjadi penggiringan, opini supaya jamaah lain pun menyatakan dirinya rosul, dan itu terjadi kepada beberapa jamaahnya," katanya.

Pimpinan Pusdiklat Dai itu pun memahami agama tidak sesuai kaidah yang benar, terutama dalam penafsiran Al Quran.

"Dia memahami Quran seenaknya dia sendiri, menafsirkan Quran itu, kan, tidak sembarangan," ucapnya.

Pusdiklat Dai itu, kata dia, melakukan pengkafiran terhadap kelompok lain yang tak ikut jemaahnya.

"Kemudian tata cara ibadahnya juga berbeda, salat Isya dimulainya jam 10 malam," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat menggeruduk tempat Pusdiklat Dai di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Rabu 23 Juni 2021 malam.

Warga ini datang lantaran sang pemimpin yayasan pendidikan agama tersebut diduga menerapkan ajaran sesat.

Pusdiklat Dai di Kota Bandung yang mengaku sebagai rasul itupun sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Pengakuan Pengikut Aliran Sesat di Cianjur, Akui Awalnya Karena Malas Puasa Ramadan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved