Breaking News:

Pelaku Pencurian di Rumah Dinas Sekda Lama Juga Dijerat Pasal UU ITE, Begini Kronologinya

Sebelumnya tersangka pencurian ini diketahui juga dilaporkan atas tindakan pencemaran nama baik oleh korban lainnya

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Pelaku pencurian dengan pemberatan inisial USY dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polres Majalengka, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Selain dijerat pasal pencurian dengan pemberatan, pelaku yang mencuri di rumah dinas lama Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, USY (44) juga dikenakan pasal Undang-undang (UU) ITE.

Sebelumnya ia diketahui juga dilaporkan atas tindakan pencemaran nama baik oleh korban bernama Ngadi Utomo warga Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pencemaran nama baik terjadi pada Senin (1/7/2019) sekitar pukul 09.00 WIB lalu.

Baca juga: Waspada Pencurian Modus Tukang Pijat, Nenek di Indramayu Jadi Korban, Kalung Emas dan Liontin Dicuri

Saat itu, pelaku melakukan dan memposting di media sosial Facebook oleh akun yang bernama Uyun Saeful Yunus berupa tulisan disertai foto korban yang berisikan menyudutkan dan menghina korban.

"Jadi sebelum kasus pencurian, pelaku telah dilaporkan juga atas tindakan pencemaran nama baik. Korban bernama Ngadi dimana korban disudutkan sebagai sosok orang yang berada dibalik permasalahan pada masyarakat di sekitar PT KALDU SARI NABATI," ujar Edwin kepada Tribun, Jumat (8/10/2021).

Dari tuduhan itu, jelas dia, korban merasa dihina dan dicemarkan nama baiknya.

Baik di lingkungan kerja, masyarakat, maupun di media sosial Facebook.

"Barang bukti yang kami amankan, ada dua buah screenshot dari media sosial Facebook atas nama akun Uyun Saeful Yunus. Lalu, satu buah handphone merk Asus type Z007 warna Gold," ucapnya.

Atas kejadian tersebut, USY dijerat Pasal berlapis.

Baca juga: Maling Apes di Indramayu, Mau Nyolong Ketahuan Pemilik, Duel, Kabur Malah Nabrak Motor dan Terjatuh

Baik pencemaran nama baik maupun pencurian dengan pemberatan.

"Pelaku dijerat Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

"Sedangkan untuk kasus pencurian (rekening Sekda Majalengka) dengan pemberatan akan kita kenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved