Breaking News:

Menperin Dorong IKM Produksi Alat Pertanian untuk Bantu Petani, Jadi Tak Ada Lagi Alasan Impor

Menperin Agus Gumiwang menyebut kehadiran Balai Besar Barang dan Bahan Teknik dan Balai Besar Logam dan Mesin di Bandung dapat dimanfaatkan pelaku

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURRAHMAN
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang saat meninjau Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T) dan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Jumat (8/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut kehadiran Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T) dan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Kota Bandung dapat dimanfaatkan para pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk memproduksi sejumlah alat pertanian.

Agus mencontohkan, salah satu produk pertanian paling sederhana yang dapat dibuat sendiri adalah cangkul, garpu garukan, atau celurit.

"Saya tadi lihat juga di mana kita bisa dan seharusnya sudah sampai ke peralatan dasar (pertanian). Kaya cangkul seharusnya bisa dibuat di dalam negeri oleh IKM yang memproduksinya," ujar Agus, saat meninjau Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T) dan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, pelaku industri di dalam negeri bisa memproduksi alat pertanian sederhana tersebut. Hanya saja, kata dia, saat ini masih banyak industri yang kemauannya masih kurang.

"Ini semua tidak ada lagi alasan untuk dapatkan (alat pertanian) dari impor, karena bisa diproduksi dengan teknologi sederhana. Jadi, tidak ada alasan impor," katanya.

Selama ini, Indonesia masih ketergantungan dengan impor sejumlah makanan yang sebenarnya dapat diproduksi oleh petani lokal.

Diharapkan, ujar Agus, dengan makin banyaknya alat pertanian yang lebih mudah dijangkau, para petani tidak lagi kesulitan untuk memproduksi berbagai macam produk tani.

Kalaupun harga alatnya mahal, kata Agus, para petani bisa membelinya menggunakan skema kredit usaha rakyat (KUR).

"Ketahanan pangan ini jadi fokus. Dan program KUR bisa disenergikan dengan IKM sebagai produsen alat pertanian," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved