Breaking News:

Berita Viral Penumpang Ambulans Keroyok Petugas Perbaikan Jalan di KBB, Polisi Cari Pelaku

Petugas penyekatan perbaikan jalan di Jalan Raya Cililin Kabupaten Bandung barat (KBB) dianiaya penumpang ambulans.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tangkap layar video
Tangkap layar video pengeroyokan di Jalan Raya Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Petugas penyekatan perbaikan jalan di Jalan Raya Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianiaya penumpang ambulans. Ambulans itu milik pemerintah Desa Batulayang, Kecamatan Cililin

Peristiwa itu terungkap setelah sebelumnya sempat viral di media sosial, video rekaman CCTV menunjukan aksi penumpang mobil ambulans mengeroyok warga yang sedang bertugas menjaga pos penyekatan perbaikan jalan.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu terlihat sekelompok orang turun dari mobil ambulans dan langsung menyerang warga yang saat itu tengah berjaga di pos penyekatan. Kemudian, seorang warga terlihat dikeroyok dan dipukuli oleh tiga orang penumpang ambulans tersebut. 

"Betul, ada penyerangan dan pengeroyokan. Kejadiannya hari Selasa 5 Oktober 2021," ujar Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi saat dihubungi, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Viral Penumpang Ambulans Keroyok Warga di Bandung Barat, Begini Kejadian Sebenarnya Versi Sopir

Para pelaku pengeroyokan ini, kata Deni, diduga datang dari arah Sasak Bubur dengan menumpang ambulans setelah sebelumnya  pelaku yang berjumlah 5 orang ini memberhentikan ambulans tersebut.

Akibat pengeroyokan tersebut, dua orang mengalami luka-luka akibat dipukul menggunakan tangan kosong dan benda tumpul namun saat ini kondisi kedua korban berangsur pulih kembali.

"Pelakunya sedang dikejar, ini masih dalam proses penyelidikan, kita juga sudah minta keterangan sopir ambulans. Kami akan kabari perkembangan selanjutnya," kata Deni.

Diberitakan sebelumnya, sopir ambulans Desa Batulayang, Dani Setiawan (33), mengatakan, pemakaian kendaraan ambulans dalam kejadian tersebut tidak direncanakan karena penumpang itu sebelumnya minta bantuan kepada sopir untuk di antar ke RSUD Cililin.

"Awalnya saya hendak mengirim surat SKTM ke salah satu warga Desa Pataruman. Pulang dari sana, saya mengendarai ambulans santai karena tidak sedang bawa pasien," ujarnya.

Kemudian saat tiba lokasi kejadian, kata Dani, datang seseorang minta bantuan untuk membawa rekannya ke rumah sakit Cililin karena mengalami luka di bagian kepala.

"Saya langsung tancap gas ke RSUD Cililin karena saya menduga bahwa orang yang terluka itu korban kecelakaan lalu lintas. Saya naikkan orang yang luka itu ke ambulans," kata Dani.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved