Satu Daerah di Subang Zero Kasus Covid-19, Festival Kopi Pun Digelar dan Picu Kerumunan

Wilayah Cisalak di Kabupaten Subang sudah zero kasus, festival kopi dan tembakau dihadiri banyak warga hingga berkerumun

Tribun Jabar / Dwiky Maulana
Festival kopi dan tembakau di Alun-alun Cupunagara Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Kamis (7/10/2021) yang picu kerumunan. Namun, Cisalak sendiri sudah zero kasus 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pemerintah pusat kembali memperpanjangan PPKM di setiap daerah per Level hinggal tanggal 18 Oktober mendatang.

Kabupaten Subang menjadi salah satu daerah yang juga sedang menerapkan PPKM. Saat ini, Subang masuk PPKM level 3.

Namun, di saat sedang menerapkan PPKM level 3 ini, Pemkab Subang menggelar festival kopi yang diselenggarakan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang yang picu kerumunan. Pasalnya banyak masyarakat yang dari luar daerah Kabupaten Subang menghadiri pada festival kopi.

Pantauan di lapangan, warga memadati dari Alun-alun Cupunagara, Kecamatan Cisalak tempat berlangsungnya festival kopi dan tembakau tersebut.

Baca juga: Jeritan Hati Istri Muda di Pusaran Kematian Istri Tua di Subang: Jangan Menuduh Sebelum Ada Bukti

Terlihat juga sebagian dari masyarakat yang tidak mematuhi dari protokol kesehatan, salah satunya yakni tidak memakai masker dan tidak berjaga jarak.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Bupati Subang Ruhimat mengaku khawatir atas antusias dari masyarakat yang menghadiri festival tersebut.

"Insyaallah, kekhawatiran pasti ada, sehingga prokes wajib tetap dilaksanakan, karena kebetulan di wilayah Kecamatan Cisalak ini sudah zero kasus, sehingga saya berani untuk menggelar ini, ini pun kan untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi di masyarakat, ucap Ruhimat di Subang, Kamis (7/10/2021).

Ruhimat juga menyampaikan bahwa penyebab Subang masuk PPKM level 3 karena capaian vaksinasi Covid-19 yang kurang dari 50% sesuai dengan instruksi dari Kementrian Dalam Negeri.

"PPKM level 3 di Kabupaten Subang, ternyata satu sisi, sekarang ini kan penilaiannya itu terkait dengan vaksinasi, masyarakat sudah pada pengen di vaksin, tapi vaksinnya tidak ada," katanya.

Dengan demikian, lanjut Ruhimat, dengan tidak adanya stok vaksin yang di droping dari pemerintah pusat membuat salah satu kendala lain dalam memenuhi dari target capaian pada vaksinasi itu sendiri.

"Mudah-mudahan lah secepatnya pihak dari pusat men drop kebutuhan vaksin yang ada di Kabupaten Subang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved