Breaking News:

Pemulihan Ekonomi Industri Kreatif Lewat Kain Batik Khas Bandung

Pemulihan ekonomi di Jawa Barat terus dilakukan oleh pengusaha industri kreatif agar dapat bertahan di masa Pandemi Covid-19.

TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Ilustrasi- Empat perempuan cantik berhijab, Dinda Luciana, Irma Puji Nurhannisa, Meli Puspita, dan Tri Wulan Sari membuat aksi Batik Challenge di Jalan Braga, Bandung, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemulihan ekonomi di Jawa Barat terus dilakukan oleh pengusaha industri kreatif agar dapat bertahan di masa Pandemi Covid-19.

Matinya industri pariwisata membuat pelaku industri kreatif pun banyak yang gulung tikar.

Padahal sebelumnya, hasil karya dari pelaku industri kreatif menjadi daya tarik wisatawan untuk memiliki ciri khas barang dari suatu daerah.

Baca juga: Pelaku Industri Kreatif Harus Lindungi Karyanya Untuk Monetisasi dan Mendapatkan Akses Pembiayaan

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, mendorong pengusaha di Jawa Barat untuk berinovasi secara out of the box untuk berkembang menyesuaikan dengan pandemi COVID-19.

"Proses inovasi tanpa henti di dukung secara solid oleh pemerintah dan pekerja akan menghasilkan pengusaha yang kuat. Ekonomi yang dijalankan oleh pengusaha bermental kuat akan membuat Jawa Barat menjadi provinsi yang hebat," ujar Ning, Kamis (7/10/2021).

Menurut Ning, seorang pengusaha haruslah menjadi pribadi yang mampu berjalan dalam harmoni yang indah bersama perubahan.

Baca juga: Kertajati & Subang Kawasan Pertumbuhan Baru, HIMKI Dorong Jabar Jadi Basis Industri Kreatif Nasional

Bahkan pengusaha juga diharapkan menjadi pelaku perubahan itu sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh pemilik Batik Hasan, Sania Sari, yang mengikuti arahan Dekranasda menghadirkan batik khas Bandung.

Ciri khas batik Kota Bandung adalah bunga patrakomala dan burung cangkurileung.

Menurut Sania banyak orang yang berbelanja ke suatu daerah dan mencari ciri  khas batik daearah tersebut.

"Banyak pembeli yang ingin menggunakan batik sesuai dengan identitas diri mereka. Nah sekarang kita sosialisasikan karena masyarakat belum ada yang tahu motif batik bandung itu seperti apa," ujar Sania saat ditemui di Pullman beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dukung Industri Kreatif, Pemkot Izinkan Syuting Film di Kota Bandung, Ini Syaratnya

Untuk ciri khas Batik Bandung, kata Sania memiliki warna cerah dan lembut, sesuai dengan kota Bandung yang dikenal dengan kota fesyen.

Untuk menarik perhatian wisatawan yang menginap di Hotel Pullman, Batik Hasan hadir di pameran 'Legenda Batik Parahyangan'.

Para tamu dapat menikmati indahnya koleksi batik legendaris tradisional Jawa Barat di area T-Box Tea Lounge  mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Untuk harganya pun dibanderol mulai dari Rp 100 ribu hingga 1 juta. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved