Breaking News:

Langkah Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid, Industri Kreatif Bergerak Lewat Batik Khas Bandung

Pemulihan ekonomi di Jawa Barat terus dilakukan oleh pengusaha industri kreatif agar dapat bertahan di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Pemilik Batik Hasan, Sania Sari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemulihan ekonomi di Jawa Barat terus dilakukan oleh pengusaha industri kreatif agar dapat bertahan di masa pandemi Covid-19.

Matinya industri pariwisata membuat pelaku industri kreatif pun banyak yang gulung tikar.

Padahal, sebelumnya, hasil karya dari pelaku industri kreatif menjadi daya tarik wisatawan untuk memiliki ciri khas barang dari suatu daerah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, mendorong pengusaha di Jawa Barat untuk berinovasi secara out of the box untuk berkembang menyesuaikan dengan pandemi Covid-19.

"Proses inovasi tanpa henti didukung secara solid oleh pemerintah dan pekerja akan menghasilkan pengusaha yang kuat. Ekonomi yang dijalankan oleh pengusaha bermental kuat akan membuat Jawa Barat menjadi provinsi yang hebat," ujar Ning, Kamis (7/10/2021).

Menurut Ning, seorang pengusaha haruslah menjadi pribadi yang mampu berjalan dalam harmoni yang indah bersama perubahan.

Bahkan pengusaha juga diharapkan menjadi pelaku perubahan itu sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh pemilik Batik Hasan, Sania Sari, yang mengikuti arahan Dekranasda menghadirkan batik khas Bandung.

Ciri khas batik Kota Bandung adalah bunga patrakomala dan burung cangkurileung.

Menurut Sania, banyak orang yang berbelanja ke suatu daerah dan mencari ciri khas batik daearah tersebut.

"Banyak pembeli yang ingin menggunakan batik sesuai dengan identitas diri mereka. Nah, sekarang kita sosialisasikan karena masyarakat belum ada yang tahu motif batik Bandung itu seperti apa," ujar Sania saat ditemui di Pullman beberapa waktu lalu.

Untuk ciri khas Batik Bandung, kata Sania, memiliki warna cerah dan lembut, sesuai dengan kota Bandung yang dikenal dengan kota fesyen.

Untuk menarik perhatian wisatawan yang menginap di Hotel Pullman, Batik Hasan hadir di pameran 'Legenda Batik Parahyangan'.

Untuk harganya pun dibanderol mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved