Rabu, 17 Juni 2026

Kata Ahlinya Mengenai Kerja Lembur Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Lembur bukan hal aneh dilakukan para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Lalu, apakah keseringan lembur kerja dapat memicu penyakit jantung?

Tayang:
Editor: Giri
Istimewa
Ilustrasi penyakit jantung - Benarkah kerja lembur bisa akibatkan penyakit jantung? 

TRIBUNJABAR.ID - Lembur bukan hal aneh dilakukan para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. 

Lalu, apakah keseringan lembur kerja dapat memicu penyakit jantung?

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat, Fachmi Ahmad, mengatakan, satu di antara pola hidup yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung adalah kurang beristirahat.

Istirahat dari segala aktivitas fisik yang melelahkan juga tetap harus dilakukan dan tidak bisa diabaikan.

Kekurangan waktu beristiraht akan memicu tubuh mengalami kelelahan dan menyebabkan sakit.

Tubuh perlu beristirahat untuk memulihkan diri sehingga semua organ, termasuk jantung, dapat kembali bekerja secara normal.

"Kurang istirahat juga bisa memicu stres yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung," kata Fachmi dalam webinar edukasi Primaya Hospital bertajuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, Rabu (29/9/2021).

Bahkan, banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa kurang tidur dan pola tidur yang terganggu memiliki dampak serius terhadap kesehatan dalam jangka panjang, termasuk penyakit jantung.

"Kerja lembur kemungkinan besar mengurangi waktu tidur, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit jantung," ucapnya.

Kerja lembur juga berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, stres, dan pola makan tidak sehat yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Ia menambahkan, pekerjaan yang memakan waktu panjang, menggunakan sistem bergilir atau sif, berbeban berat, terpapar karbon monoksida atau polutan lain, dan duduk dalam waktu lama juga berpotensi memicu penyakit jantung seperti tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi, stres, pola tidur tak teratur, dan pola makan tidak sehat.

Sehingga, demi jantung sehat, Fachmi menegaskan, waktu kerja maksimal yang disarankan adalah delapan jam sehari selama lima hari dalam satu pekan.

"Sedangkan waktu lembur maksimal dua jam," kata dia.

Selain bekerja 8 jam per hari, pekerja harus rutin bergerak aktif di sela-sela pekerjaan, agar terhindar dari penyakit jantung.

Durasi aktivitas seperti berdiri dan berjalan yang disarankan adalah lima menit untuk setiap satu jam bekerja. 

Upayakan pula, setelah pulang dari bekerja, istirahat dan tidur segera.

Bila Anda masih memaksakan diri untuk tidur larut malam dan akhirnya kurang tidur, maka beban kerja jantung terus bertambah dan bisa mengakibatkan kerusakan.

Adapun kudapan saat bekerja yang direkomendasikan demi jantung sehat adalah kacang-kacangan, buah, dan sayuran. 

Serta, rutin menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up juga penting bagi pekerja. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Kerja Lembur Dapat Memicu Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/07/200500723/benarkah-kerja-lembur-dapat-memicu-penyakit-jantung-ini-kata-dokter?page=all#page2.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved