Breaking News:

Jabar Lakukan Pelacakan Terkait Atlet dan Ofisial Jabar di PON Papua yang Terkena Covid-19

Belum bisa dipastikan jumlah atlet dan ofisial asal Jabar yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut. Koordinasi dan upaya penanganan masih berlangsung

PON XX Papua
PON XX Papua 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pelacakan dan pengetesan ketat terhadap para atlet, ofisial, dan panitia pelaksana, asal Jawa Barat yang tengah ikut serta dalam PON XX Papua.

Pelacakan sampai perawatan yang positif Covid-19 tersebut pun dilakukan sesuai prosedur awal yang sudah dipersiapkan, apalagi kini sudah terdeteksi sejumlah atlet, ofisial, dan panitia pelaksana, dinyatakan positif Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Dewi Sartika, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk penyelenggara PON XX di Papua mengenai penanganan kasus Covid-19 tersebut.

"Saya koordinasikan, yang jelas ada ke arah sana (pelacakan kontak erat, pengetesan, dan perawatan pasien Covid-19)," katanya melalui ponsel, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Sepak Bola PON Papua, Aceh dan Kaltim Diduga Main Mata, SOS Minta PSSI & Satgas Antimafia Bola Turun

Ia mengatakan belum bisa dipastikan jumlah atlet dan ofisial asal Jabar yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut. Sebab, koordinasi dan upaya penanganan masih berlangsung.

Penularan Covid-19 tampaknya tidak bisa dihindari walaupun sebelumnya KONI Jawa Barat menyatakan bersungguh-sungguh memperhatikan kesehatan dan keamanan kontingen PON Provinsi Jabar dari penularan Covid-19.

Selain menjamin sarana prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes), pengetesan juga dilakukan secara rutin.

Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin mengatakan, Pemda Provinsi Jabar turut memfasilitasi alat pengetesan Covid-19 dan tenaga kesehatan. Kontingen PON Jabar pun mendapatkan banyak bekal, seperti vitamin dan sarana penunjang prokes.

"Secara dini, Pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil sangat respons, sangat memperhatikan kesehatan kita. Kita juga dibekali dengan berbagai macam bekal-bekal agar para atlet tetap sehat, seperti vitamin," kata Ahmad melalui siaran digital, 3 Oktober 2021.

Menurut Ahmad, Pemda Provinsi Jabar memberikan hibah berupa alat pengetesan dengan metode PCR. Alat pengetesan itu rutin digunakan untuk atlet yang intens berkontak fisik saat berlaga di PON, seperti atlet bela diri.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Kontingen Jabar Terpapar Covid-19, Klaster PON Papua Akhirnya Terjadi

"Satu hari menjelang pertandingan, kita harus melaksanakan swab antigen. Kita melengkapinya, dokternya, sarana dan prasarananya. Kemudian kami juga sudah berkoordinasi dengan Labkes," katanya.

"Bahkan Gubernur Jabar memberikan hibah satu alat untuk melaksanakan PCR. Inilah kiat kita untuk menetralisir dan memberikan keyakinan, kepercayaan diri, untuk tidak terpengaruh situasi yang menekan," imbuhnya.

Guna memberikan keamanan dari penularan Covid-19, aktivitas kontingen Jabar dibatasi. Jika sudah bertanding dan berlatih, para atlet harus langsung pulang ke penginapan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 sekaligus menjaga kondisi fisik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved