Breaking News:

Dianggap Kurang Efektif dan pengaruhi Pengunjung, Pedagang Pasar Pertanyakan Urgensi Pedulilindungi

Paguyuban Pedagang Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan urgensi penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/hilman kamaludin
Ilustrasi Pasar Tagog Padalarang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Paguyuban Pedagang Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan urgensi penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional yang diwacanakan Pemkab Bandung Barat.

Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat berencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi di pasar yang dikelola Pemkab Bandung Barat, seperti Pasar Panorama Lembang, Pasar Buah-buahan Lembang, Pasar Cisarua, Curug Agung, Pasar Tagog Padalarang, Rajamandala, Batujajar, Cililin, dan Pasar Sindangkerta.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tagog Padalarang, Yayan mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan efektif dijalankan karena pasar tradisional memiliki banyak akses masuk, apalagi Pasar Tagog saat ini merupakan pasar sementara.

Baca juga: Pedagang Pasar Tagog Padalarang KBB Ancam Tak Bayar Retribusi Jika PeduliLindungi Diterapkan

"Urgensinya apa? pasar kan banyak akses masuknya. Apalagi kita di sini sifatnya pasar sementara gak akan efektif saya kira," ujarnya di Padalarang, Rabu (6/10/2021).

Atas hal tersebut, kata Yayan, para pedagang keberatan karena kebijakan ini justru akan menyebabkan jumlah konsumen menurun.

Sebab, dengan aplikasi itu hanya orang yang sudah divaksin yang boleh masuk pasar.

Untuk saat ini jumlah warga KBB yang sudah divaksin baru mencapai 50 persen dosis pertama, sehingga angka ini masih relatif lebih rendah dan masih banyak warga atau konsumen yang belum disuntik vaksin.

Baca juga: Sedang Nunggu Togel Keluar, Orang-orang di Pasar Ciawitali Garut Ini Kaget Digerebek Polisi

"Kekhawatiran kita justru pembeli malah gak mau masuk pasar karena banyak yang belum vaksin," kata Yayan.

Untuk itu pihaknya meminta agar Pemkab Bandung Barat terus memperbanyak jumlah warga yang divaksin terlebih dahulu sebelum menerapkan Aplikasi PeduliLindungi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag KBB, Asep M Azhar, mengatakan, terkait rencana penerapan aplikasi PeduliLindungi itu pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu karena pintu masuk pasar yang ada di KBB itu cukup banyak.

Baca juga: PeduliLindungi Belum Cocok Digunakan di Pasar Tradisional di Garut, Ini Alasannya

"Saat ini kami juga sedang pendekatan kepada pengelola pasar terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi ini," ujarnya kepada Tribun Jabar.

Apalagi, kata Asep, penerapan Aplikasi PeduliLindungi ini sudah ditunjang dengan banyaknya pedagang di pasar yang sudah menjalani vaksinasi.

Hingga saat ini, vaksinasi pedagang di KBB sudah mencapai 75 persen.

"Jadi untuk Aplikasi PeduliLindungi, Insya Allah akan diterapkan secepatnya. Tapi, saat ini kami masuk merancang teknisnya dulu seperti apa," kata Asep.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved