Persib Bandung

BERITA POPULER PERSIB: Bobotoh Tuntut Robert Mundur, Pengamat Bilang Tuntutan Itu tidak Tepat 

Graha Persib kembali digeruduk oleh bobotoh yang tidak puas dengan hasil Persib Bandung di seri pertama Liga 1 2021/2022.

Penulis: Fakhri Fadlurrohman | Editor: Hermawan Aksan
Twitter Persib
Nick Kuipers dan para pemain Persib Bandung lainnya menjalani latihan di Lapangan Soccer Republic Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, Selasa (5/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fakhri Fadlurrohman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Graha Persib kembali digeruduk oleh bobotoh yang tidak puas dengan hasil Persib Bandung di seri pertama Liga 1 2021/2022.

Hingga seri pertama berakhir, Persib hanya menempati posisi kelima klasemen sementara, hasil dua kali menang dan empat hali seri.

Para bobotoh mendesak pelatih Robert Alberts untuk segera mundur.

Bobotoh menilai, hasil buruk Persib pada seri pertama Liga 1 ini adalah kesalahan pelatih.

Baca juga: Berita Terkini Persib, Pengamat dan Manajemen Sejalan, Beri Robert Kesempatan Tetap Tangani Maung

Bobotoh juga menuntut manajemen Persib meminta maaf atas segala kegagalan Robert mengangkat prestasi Persib.

"Ini bentuk kekhawatiran bobotoh atas penampilan buruk Persib selama 4 penampilan terakhir. Persib ini bukan tim abal-abal, harusnya targetnya juara seperti yang dikatakan manajemen," ujar Tobias mewakili para bobotoh di sela aksi di Graha Persib, Selasa (5/10/2021).

Tobias juga menegaskan, kedatangan mereka ke Graha Persib hari itu bukan untuk bernegosiasi lagi.

"Kami menyampaikan petisi sesuai dengan yang tadi dibacakan" ujar Tobias.

Para bobotoh berharap, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, hadir menyaksikan langsung pembacaan petisi tuntutan dari bobotoh.

Namun, hingga pembacaan petisi berakhir, Teddy tak bisa datang karena sedang membahas evaluasi Persib bersama manajemen di kediaman H. Umuh Muchtar.

"Kami berharap manajemen memiliki iktikad baik untuk menandatangani petisi tersebut untuk kesepakatan bersama untuk dijalankan."

"Kami tunggu deadline-nya sampai hari ini selesai."

"Apabila hari ini tidak ada jawaban, kami anggap manajemen tidak serius untuk menanggapi kami," ujar Tobias.

Baca juga: Persib Bandung Bermain Tidak Maksimal, Pemain Baru Ini Kecewa

Tak Tepat

Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menganggap tuntutan agar Robert Alberts mundur bukan sesuatu yang tepat.

Robert, kata Bung Kus, begitu Kusnaeni biasa disapa, sebaiknya diberi kesempatan.

"Performa Persib memang belum maksimal. "Itu sama-sama kita akui."

"Tapi performa Persib juga tidak bisa dibilang jelek," ujarnya, kepada Tribun, kemarin.

Setidaknya, kata Kusnaeni, sejauh ini Persib belum terkalahkan.

"Tuntutan agar pelatih Persib mundur tidak tepat, ukuran untuk memvonis dia gagal hampir tidak ada," ujar Kusnaeni.

Bung Kus mengatakan, bobotoh sebaiknya bersabar dan memercayai Robert Alberts untuk dapat membawa Persib pada performa terbaiknya.

Terlebih, hari-hari ini Persib sedang bersiap untuk menghadapi seri kedua Liga 1.

"Yang dibutuhkan hanya kesabaran para suporter."

"Berikan kesempatan jajaran pelatih fokus mempersiapkan tim untuk seri kedua."

Baca juga: Tanda-tanda Posisi Robert Alberts Aman Sebagai Pelatih Persib, Ini yang Dilakukan dan Kata PT PBB

"Lihat saja nanti di seri kedua, apakah pelatih bisa membenahi persoalan kreativitas permainan dan ketajaman penyelesaian akhir," ujarnya.

Bung Kus percaya Robert akan membenahi segala kekurangan yang ada di Persib dengan waktu persiapan untuk seri kedua yang bisa dibilang cukup untuk mengatur strategi baru.

"Saya, sih, cenderung yakin jajaran pelatih Persib bisa membenahi tim."

"Waktu jeda lumayan panjang sehingga cukup ideal untuk persiapan tim," ujar Kusnaeni.

Evaluasi Besar

Dilansir dari laman Persib Bandung, kemarin,  Robert Alberts mengakui performa skuatnya pada seri pertama liga, kemarin, memang belum maksimal.

"Kami pun merasa kecewa dengan hasil draw dan tak menang," kata Robert.

"Terutama ketika kami sebenarnya sempat unggul, tapi tak dapat mempertahankan keunggulan itu sehingga pertandingan berakhir dengan seri."

Robert mengatakan, kompetisi yang terhenti lama menjadi salah satu faktor yang membuat performa skuatnya belum berada di performa puncak.

"Setelah tidak bermain 1,5 tahun, tiba-tiba kami harus bermain," kata Robert.

Robert mengatakan, hal utama yang menjadi evaluasi besar Persib dari seri pertama kemarin adalah soal finishing yang kurang moncer.

"Kami tahu apa yang kurang, yaitu tak mencetak gol."

"Itu menjadi hal vital. Kami harus bisa mengubah hal itu dan semuanya akan ikut berubah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved