Breaking News:

Vaksinasi Covid-19 Belum Capai Target, Kabupaten Sukabumi Turun Jadi PPKM Level 3

Setelah dua kali perpanjangan PPKM berhasil di level 2, kini Kabupaten Sukabumi,  berubah menjadi PPKM level 3 di masa perpanjangan PPKM 5-18 Oktober

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Cikwan
Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Karawang menggelar vaksinasi massal kepada 1.000 santri Ponpes Sumber Barokah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Setelah dua kali perpanjangan PPKM berhasil di level 2, kini Kabupaten Sukabumi,  berubah menjadi PPKM level 3 di masa perpanjangan PPKM dari tanggal 5 - 18 Oktober 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid mengatakan, penyebab Kabupaten Sukabumi menjadi level 3 bukan karena penanganan yang kurang. Melainkan capaian vaksinasi yang belum mencapai target.

"Iya kalau indikator dari laju positifnya, laju kesembuhan, angka yang meninggal, keterisian tempat tidur, tracing kontak erat kita masih di level 2, kenapa turun ke level 3 bukan dari penanggulangannya, tapi lebih ke arah dipengaruhi ada penambahan indikator untuk pencapaian vaksinasi," kata Harun via telepon, Selasa (5/10/2021).

Di tengah percepatan vaksinasi yang digencarkan pemerintah, capaian vaksinasi ternyata masuk ke indikator tambahan. Pertama pencapaian vaksinasinya untuk total dari sasaran harus bisa mencapai 50 persen dari total sasaran.

Baca juga: Angka Capaian Pengendalian Kasus Covid -19 Sangat Baik, Pemerintah Perpanjang PPKM

"Misalnya gini, kalau di Kabupaten Sukabumi mempunyai sasaran itu total vaksinasi itu ada di angkat 2.136.590. Berarti 50 persen dari total sasaran itu harus bisa tervaksinasi di angka 1.068.295. Kita belum tercapai yang untuk vaksinasi yang 1.068.295," jelasnya.

Menurutnya, untuk indikator penanganan seharusnya Kabupaten Sukabumi sudah masuk ke Level 1. Pihaknya juga mengalami kendala dalam input data vaksinasi, karena masih banyak desa yang blank spot atau susah sinyal.

Kemudian indikator yang kedua dalam vaksinasi untuk bertahan di level 2, vaksinasi dosis kedua harus mencapai 40 persen. Lalu dari total lansia umur 60 tahun ke atas harus bisa tervaksinasi di angka 40 persen. 

"Kalau dari penanganan Sukabumi sudah level 1, tinggal kita permasalahannya itu kadang-kadang telat untuk nginput, nginput itu bukan telatnya daripada petugas, tapi dari 381 desa ada 129 desa yang masuk kepada kategori blank spot, yang kedua yang sasaran lansia tidak semudah yang dilihat, ya itu salah satunya," terangnya.

Ketersediaan Vaksin Kurang

Harun mengatakan, ketersediaan vaksin di Kabupaten Sukabumi yang kurang menjadi salah satu faktor capaian vaksinasi belum mencapai target.

"Kalau ketersediaan vaksin kalau melihat daripada sasaran memang kita masih kurang," katanya.

Ia juga mengajak warga untuk mau divaksin sebagai bentuk membantu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.

"Mari yang untuk lansia, remaja dan masyarakat umum marilah bantu program pemerintah didalam mengupayakan supaya Kabupaten Sukabumi ini terbebas dari Covid dengan upaya dan ikhtiar kita dengan vaksinasi sebagai upaya untuk menuju heard immunity untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi," ajaknya.

"Gini aja kalau kita udah berhasil didalam penanganan itu, cuman memang yang belum kita kelar itu minggu depan pun kita bisa level 1 lagi, tapi menang indikator vaksinasi," ucap Harun.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved