Suara Terdengar Hingga 10 KM Saat Bom Bikinan Napi Teroris Insyaf Diledakan di Gunung Ciremai

Napi kasus terorisme Imam Mulyana tunjukan lokasi penyimpanan 35 kg bom mengerikan di kaki Gunung Ciremai hasil buatannya setelah dia ikrar setia NKRI

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sejumlah warga yang mengantar langsung para polisi ke lokasi penemuan bahan peledak bercerita di lapangan voli di Blok Malarhayu, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (5/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID,MAJALENGKA- Napi terorisme Imam Mulyana menunjukan lokasi penyimpanan bahan peledak luar biasa di kaki Gunung Ciremai.

Hal itu dia lakukan setelah berikrar setiap pada NKRI dan Pancasila. Imam Mulyana ditangkap pada 2017 dan tercatat sebagai anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Bom yang disimpan di tempat tersembunyi di Gunung Ciremai itu ternyata berkekuatan dahsyat, bukan main-main, 35 kg bernama Triaceton Triperoxide Aseton Peroksida (TATP).

Tim Densus 88 Mabes Polri mendatangi lokasi penyimpanan bom tersebut. Rencananya, 35 kg bom itu akan diledakan.

"Jadi yang saya tahu dari polisi bahwa ada 35 KG bahan peledak yang ditemukan, tapi tidak dibawa semua. Ada sekitar 5 KG yang diledakkan, sisanya dibawa. Suaranya cukup kencang hingga menimbulkan kerusakan di titik ledakan," ujar Parman kepada Tribun, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Perampasan Nyawa di Ladang Tebu, Bupati Majalengka Minta BUMN PG Jatitujuh Ikut Tanggung Jawab

Parman merupakan warga yang ikut menyaksikan bom tersebut diledakan. Dia melihat 5 kg bom itu diledakan. Ledakan yang dihasilkan bikin bulu kuduk berdiri karena begitu luar biasa berbahayanya. 

Namun, informasi yang diterima Parman, terbatasnya personel menjadi alasan kenapa bahan peledak akhirnya ada yang diledakkan dan sisanya dibawa. Adapun, bahan peledak yang ditemukan tampak terbungkus oleh botol maupun wadah besar lainnya.

Mendengar ledakannya, banyak yang mengira suara tersebut merupakan petir pertanda mau hujan. Namun nyatanya, suara berasal dari ledakan bahan peledak yang ditemukan polisi di kawasan Karanglenang yang masuk wilayah Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

"Suaranya sampai terdengar hingga 7 km dari lokasi kejadian. Di titik ledakan, sempat terjadi longsor karena saking dahsyatnya ledakan," ucapnya.

Kepala Dusun Malarhayu, Desa Bantaragung, Udi (45) mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa ledakan yang ditimbulkan dari bahan peledak terdengar hingga Kecamatan Rajagaluh.

Yang mana, ia perkirakan jarak dari lokasi mencapai 10 KM.

"Katanya begitu (terdengar sampai Desa Payung, Rajagaluh). Banyak yang mengira itu Guludug Petir mau hujan," jelas dia.

Setelah penemuan bahan peledak di wilayahnya, Udi akan lebih intensif memperhatikan orang asing yang datang ke wilayahnya.

Khususnya, kepada orang yang dianggap mencurigakan dengan membawa barang-barang yang tak lazim.

"Iya, saya juga sudah mengatakan kepada warga agar lapor jika ada orang yang datang, tapi tidak dikenal. Ini bentuk antisipasi saja, agar tidak terjadi lagi ditemukannya bahan peledak di desa kami," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan bahan peledak seberat 35 Kg di Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat pada Jumat (1/10/2021) lalu.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved