Breaking News:

Kemarau Panjang, Tak Ada Sawah yang Alami Puso di Kabupaten Bandung

Tak ada sawah yang mengalami puso akibat kekurangan air saat kemarau panjang di Kabupaten Bandung.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Cipta Permana
ILUSTRASI - Tak ada sawah yang mengalami puso akibat kekurangan air saat kemarau panjang di Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak ada sawah yang mengalami puso akibat kekurangan air saat kemarau panjang di Kabupaten Bandung.

"Tak terjadi kekeringan karena mungkin para petani becermin, ada kalanya banjir dan kekeringan, sehingga penanaman menjelang kemarau itu relatif hati-hati," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (5/10/2021).

Tisna mengungkapkan, kasus yang terjadi di Baleendah, itu memang kurang suplai air. 

"Kemarin ke lokasi, ke kecamatan koordinasi, kurang suplai karena ada hambatan terkait dengan irigasinya. Artinya sumber airnya cukup. Terhambat oleh pembangunan," ujar Tisna.

Tisna memaparkan, kalau terjadi puso maka akan diajukan ke bantuan tak terduga untuk bencana kekeringan. 

"Hingga kini yang puso belum ada, yang rawan itu dulu di daerah Cikancung dan Rancaekek, mereka sudah panen. Begitu sudah panen, tidak ditanami lagi padi, sehingga daerah yang rawan puso akibat kekeringan Cikancung, Rancaekek, termasuk Baleendah, relatif aman," katanya.

Mengenai pengeringan Situ Sipatahunan, Tisna berharap harus diperhitungkan.

"Kalau misal ada pembanguan fisik harus dilakukan betul-betul, terencana sehingga kalaupun misalkan tahun ini airnya tak bisa mengairi, itu kan diperbaiki," tuturnya. 

"Sipatahunan itu mengairi Baleendah, Andir, diperkirakan 50 hingga 70 hektare sawah," ucapnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved