Breaking News:

Garus Harus Kembali ke PPKM Level 3, Namun Wakil Bupati Bilang Bukan karena Kasus Covid-19 Naik

Kabupaten Garut kembali ke level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) setelah sebelumnya beberapa pekan berada di level 2.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kabupaten Garut kembali ke level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) setelah sebelumnya beberapa pekan berada di level 2.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengungkapkan alasan Garut kembali memasuki PPKM level 3 lantaran capaian vaksinasi belum 50 persen. 

"Saya juga kaget tadi pagi dapat informasi kita masuk lagi ke level 3. Alasannya vaksinasi kita yang masih kurang dari 50 persen," ujarnya saat diwawancari Tribunjabar.id ketika peresmian Klinik Pratama di Jalan Otista, Garut, Selasa (5/10/2021). 

Helmi mengakui vaksinasi di Garut belum mencapai target 50 persen sebagai syarat baru masuk ke PPKM level 2.

Dengan kata lain, menurutnya, Garut berada di level 3 bukan karena tingginya angka Covid-19. 

Menurutnya, Garut belum bisa menyentuh angka vaksinasi 50 persen karena vaksin yang tidak tersedia. 

"Sekarang baru 25 persenan, tapi alhamdulillah tadi baru masuk lagi vaksin sekitar 100 ribuan dosis, " ucapnya.

Namun pihaknya juga akan kembali memperketat kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan. 

"Masyarakat juga harus paham, kita ini kalau naik levelnya berarti kita harus rem, kalo turun gas lagi. Gas rem gas rem gitu," ujarnya.

Di Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota, cuma tiga yang berada di level 2. Ketiganya adalah Kota Cirebon, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved