Breaking News:

PeduliLindungi Belum Cocok Digunakan di Pasar Tradisional di Garut, Ini Alasannya

Aplikasi PeduliLindungi dinilai belum tepat diterapkan di pasar tradisional di Garut.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional. Foto diambil di Pasar Cihapit Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah pasar tradisional mau pun pusat perbelanjaan di Kabupaten Garut hingga saat ini belum sepenuhnya menerapkan sistem protokol kesehatan PeduliLindungi sebagai syarat masuk. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Garut, Nia Gania, mengatakan sejumlah pasar belum siap jika menggunakan sistem PeduliLindungi

"Untuk pasar (tradisional) sendiri belum memberlakukan PeduliLindungi karena agak rigid (kaku)," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Senin (4/10/2021). 

Gania menjelaskan saat ini yang sudah memasang barcode PeduliLindungi di Garut yakni mal-mal besar yang memiliki sistem keluar masuk terorganisir. 

Ditambah menurutnya kondisi masyarakat Garut yang berbeda dan belum siap jika PeduliLindungi diberlakukan. 

"Salah satunya Garut Plaza yang sulit menerapkan barcode, agak rigid sebetulnya karena masyarakat Garut ini berbeda, belum siap" ucapnya. 

Namun pihaknya mengganti dengan syarat lain yakni wajib membawa sertifikat vaksin jika masyarakat hendak berbelanja. 

"Tapi gantinya adalah kartu vaksin, mereka bisa menunjukan kartu vaksin, karena di daerah, kan, masyarakatnya masih banyak yang belum memiliki PeduliLindungi," ujarnya.

Seorang ibu rumah tangga asal Karangpawitan Garut, Yeni Nuraeni (38) mengatakan keberatan jika ada syarat masuk barcode PeduliLindungi di pasar. 

Menurutnya hal tersebut akan menyulitkan para lansia yang hendak berbelanja.

"Kalo buat saya yang paham cara menggunakan aplikasi itu enggak masalah, tapi kalo ibu saya yang lansia yang masih seneng ke pasar itu gimana nanti, bakal menyulitkan," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pemakaian Aplikasi PeduliLindungi di Pasar, Oded: tak Ada yang tak Mungkin

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved