Headline Tribun Jabar
Headline Tribun Jabar, Bobotoh Teriak Rene Out! Buntut Persib Bandung Main Imbang 4 Kali di Liga 1
Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan berita kekecewaan bobotoh atas hasil Persib Bandung di Liga 1.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Januar Pribadi Hamel
Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan berita kekecewaan bobotoh atas hasil Persib Bandung di Liga 1.
Mereka menginginkan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts out alias mengundurkan diri.
Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.
TRIBUNJABAR.Id - Persib Bandung mendapat guncangan hebat di seri pertama Liga 1 2021/2022.
Betapa tidak, Maung Bandung hanya mampu meraih dua kemenangan dan empat hasil imbang.
Hasil ini membuat bobotoh kecewa berat karena penampilan Marc Klok dan kawan-kawan jauh dari kata memuaskan.
Lebih parahnya lagi, dari empat kali hasil imbang selama seri pertama, semuanya terjadi di empat pertandingan terakhir.
Terkait performa Persib di seri pertama yang tidak memuaskan, manajemen langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
Melalui laman resmi Persib, manajemen menyatakan ketidakpuasannya terhadap apa yang ditampilkan oleh tim asuhan Robert Alberts itu.
"Sehubungan dengan hasil pertandingan PERSIB melawan PSM Makassar, manajemen PERSIB menyampaikan kekecewaan atas performa pertandingan tim yang kurang menggembirakan dalam enam pertandingan pada Seri Pertama Liga 1.
"Sebagai tim kebanggaan bobotoh dan warga Jawa Barat, PERSIB selalu bertanding untuk posisi terbaik dan hasil dari empat pertandingan terakhir ini akan menjadi perhatian khusus dan evaluasi bagi manajemen dan tim pelatih," tulis Persib.
Menghadapi seri kedua yang rencananya bakal digelar pada pertengahan Oktober mendatang, manajemen dan tim pelatih akan menggelar eveluasi.
Diharapkan, di seri kedua nanti, penampilan Persib bisa membaik dan kembali meraih kemenangan demi kemenangan.
"Tim pelatih akan melakukan evaluasi bersama manajemen dan mempersiapkan strategi menghadapi jadwal Seri Kedua Liga 1 yang akan dimulai pada 15 Oktober 2021.
"Persib memahami keinginan Bobotoh agar tim utama selalu tampil prima dan meraih hasil terbaik pada tiap pertandingan.
"Jeda antar seri ini akan dimanfaatkan Persib untuk meningkatkan performa tim baik dari aspek fisik, strategi, dan taktik," katanya.
Riak-riak ketidakpuasan bobotoh sebetulnya sudah terlihat saat Persib ditahan imbang Bali United dengan skor 2-2 pada pertandingan pekan ketiga.
Saat itu, Persib yang melawan 10 orang pemain Bali United gagal mempertahankan skor 2-1 hingga Yabes Roni sukses menyamakan kedudukan untuk memaksakan hasil imbang.
Namun saat itu, kekecewaan bobotoh masih sebatas disampaikan di media sosial. Pun dengan partai kontra Borneo FC di pekan keempat yang dimana Persib kembali meraih hasil seri, 0-0.
Kekecewaan bobotoh mencapai puncaknya pada pertandingan menghadapi Persikabo 1973 dan PSM Makassar yang berakhir imbang.
Selain protes melalui media sosial, bobotoh melakukan aksi kepada para pemain dan tim pelatih secara langsung.
Sesudah pertandingan kontra PSM di Stadion Wibawa Mukti Sabtu (2/10), ratusan bobotoh mengepung bus yang akan membawa pulang pemain dan pelatih ke Bandung. Mereka meneriakkan kata-kata yang menunjukan ketidakpuasaan terhadap performa tim.
Sepanjang perjalanan dari stadion menuju pintu tol, bobotoh yang menggunakan sepeda motor kembali menunjukan ketidakpuasan sambil berteriak 'Persib Butut'. Gelombang protes itu akhirnya reda karena bus Persib masuk ke tol yang akan ke Bandung.
Protes bobotoh nyatanya sudah menjalar hingga ke Graha Persib di Jalan Sulanjana No 17, Kota Bandung. Sesudah pertandingan menghadapi PSM Makassar, bobotoh langsung menyerbu Graha Persib untuk menunjukkan rasa kecewanya.
Rene Out
Pengurus Viking Persib Club (VPC), Yudi Baduy, yang mewakili bobotoh dalam unjuk rasa malam kemarin menyebut, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kepada tim Persib karena selalu meraih hasil imbang di empat pertandingan terakhir.
"Kami selaku suporter ikut merasakan skuat Persib ini mewah tapi kenapa sulit sekali menang, dari segi teknis, saya enggak mau bicara tapi dari 4 draw ini jadi poin penting, ada pekerjaan rumah, evaluasi yang dilakukan. Ini skuat mewah, seharusnya hasil lebih dari ini. Kami datang ke sini ingin menjaga Persib tetap di jalurnya," ucapnya.
Sebagai bentuk protes atas performa Persib akhir-akhir ini, bobotoh memberikan ultimatum kepada manajemen untuk segera memberikan tanggapan 2X24 jam.
"Langkah awal evaluasi, yang kedua kami ingin ketemu langsung manajemen. Besar harapan kami manajemen mengundang seluruh elemen bobotoh. Kami akan berikan waktu dua hari untuk lakukan tanggapan. Kami juga akan melihat dan memantau jika dalam itu tidak dilakukan, tuntutan kami Rene Out, kami sudah sepakat," katanya.
Yudi mengungkapkan, aksi pada malam kemarin belum semua bobotoh bergabung. Oleh karena itu, dia mengajak kepada seluruh elemen bobotoh untuk menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.
"Kepada rekan-rekan yang belum (menyampaikan aspirasi) untuk bersama-sama dengan kami, melanjutkan maklumat dari kami. Atas dasar cinta, tidak ingin golden era jilid dua dan demi menjaga Persib di jalur juara, ekspektasi kami tinggi, Persib jangan santai," katanya.
Gelombang protes tidak berhenti sampai di situ saja. Viking Ciwidey langsung mengirimkan sebuah karangan bunga ke Graha Persib, Minggu (3/10).
Dalam karangan bunga itu, terdapat tulisan RIP 3 Point yang menandakan sudah matinya kemenangan bagi Persib.
"Sebagai bentuk kekecewaan, mungkin mewakili jutaan ribu bobotoh yang kecewa, tidak ada niat untuk meniru trend supporter terkini. KARENA KRITIS DIANGGAP TAK SANTUN, KETIKA ANARKIS DIANGGAP OKNUM. Semoga bisa menjadi motivasi terutama untuk pemain dan pelatih @robertrenealberts dan stakeholder yg terlibat di @persib , kompetisi memang masih panjang tapi ketika hasil imbang di biasakan sangatlah berbahaya bagi tim. Because Loyalty To Persib is Never End. #lainbobotohsantun," tulis Viking Ciwidey di akun Instagram resminya.
Duduk Bersama
Tribun Jabar sempat mencoba untuk meminta keterangan terkait hasil buruk dan protes bobotoh kepada direktur Persib, Teddy Tjahjono. Namun hingga tulisan ini dibuat, pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak mendapat tanggapan. Percobaan telepon pun telah berkali-kali dilakukan. Namun kembali tidak dijawab.
Meski demikian, sebelumnya, dalam sesi jumpa pers virtual setelah laga kontra PSM, Pelatih Persib, Robert Alberts, berjanji akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa timnya.
"Kami menganalisa bahwa barisan belakang dan tengah sudah berada di jalur yang benar," ujar Robert.
"Tapi kami harus bisa membuat penyerangan menjadi lebih efisien dan menjadi lebih agresif serta tangguh. Kami terlalu banyak meraih hasil imbang."
Persib memiliki waktu sekitar dua pekan untuk melakukan persiapan menuju seri kedua yang rencananya bakal digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
"Kami akan duduk bersama, kami akan melalui ini. Kami memiliki sepuluh hari waktu latihan sebelum seri kedua dimulai dan kami harus memastikan semua hal membaik untuk meraih kemenangan," katanya. (ferdyan adhy nugraha)
Headline Tribun Jabar lainnya ada di sini.