Breaking News:

Temuan 16 Makam, Ada Batu Nisan Pola Sulur Daun Kuno Ditemukan Warga, Diduga Makam Sosok Ini

warga tengah membabat rumput ilalang di sekitar lokasi setempat dan tidak sengaja menemukan makam-makam itu.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Siti Fatimah

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Mbah Kiai Buyut Sijem dikenal masyarakat di Blok Krasak Pulo Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu sebagai sosok kiai besar.

Menurut salah seorang warga, Ipin (36) mengatakan, Mbah Kiai Buyut Sijem adalah sosok yang menyebarkan agama Islam di wilayah setempat.

Namanya pun selalu disebut-sebut setiap warga menggelar tawasulan atau doa bersama.

Baca juga: Warga Indramayu Temukan Struktur Bangunan Kuno Diduga Dibangun 200 Tahun Lalu

"Tapi belum tahu dimana makamnya Mbah Kiai Buyut Sijem itu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (1/10/2021).

Masih disampaikan Ipin, dari cerita orang tau zaman dahulu, lokasi makam Mbah Kiai Buyut Sijem diketahui berada di lokasi lahan perhutanan pinggir Sungai Cimabuk di Blok Krasak Pulo.

Sehingga, warga banyak yang berinisiatif melakukan tawasulan atau berdoa di lahan tersebut.

Terbaru disampaikan Ipin, pihaknya menemukan makam-makam yang diduga makam kuno.

Saat itu, warga tengah membabat rumput ilalang di sekitar lokasi setempat dan tidak sengaja menemukan makam-makam itu.

Secara keseluruhan ada 16 makam yang ditemukan.

Baca juga: Koin Kuno Peninggalan Belanda Ditemukan di Bandung Barat, Segini Harganya

Sebanyak 9 makam di antaranya, ditemukan di lokasi tempat warga biasa melakukan tawasul di tempat setempat.

"Ini gak sengaja ditemukan, saat dibabat ilalang di sini akhirnya pada timbul makam-makam itu satu per satu," ujar dia.

Warga berharap, temuan makam tersebut salah satunya adalah makam dari Mbah Kiai Buyut Sijem.

Mengingat, pada salah satu makam terdapat batu dengan ukiran sulur daun yang dijadikan batu nisan.

Pada masa perkembangan Islam, ukiran batu nisan yang menggambarkan makhluk hidup seperti hewan dan manusia diketahui tidak diperbolehkan, jadi sebagai gantinya menggunakan pola hias sulur daun.

"Dari TACB, Disbudpar, pemerintah desa juga sudah meninjau ke sini, cuma katanya harus ada penelitian dulu apakah benar makam Mbah Kiai Buyut Sijem atau bukan," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved