Breaking News:

Bantu Industri Tekstil, Jabar Hadirkan Material Center

Kehadiran “Material Center Jawa Barat" ini diharapkan memberikan kemudahan akses bahan baku dan efisiensi jalur distribusi

Jumpa pers West Java Industrial Meeting (WJIM) 2021 dengan meresmikan “Material Center Jawa Barat” 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu kunci utama akselerasi pemulihan pada industri pengolahan dan juga poin penting dalam transformasi industri adalah manajemen rantai pasok atau supply chain.

Saat ini Jawa Barat yang masuk dalam industri pengolahan di wilayah lainnya, masih belum memiliki poisitoning yang optimal baik dalam local value chain maupun global value chain.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap sektor industri pengolahan, khususnya peguatan supply chain industri tekstil sebagai produk unggulan Jawa Barat, Bank Indonesia Jawa Barat bersama Kementerian Perindustrian, Pemprov Jawa Barat, OJK dan seluruh stakeholders pentahelix menyelenggarakan West Java Industrial Meeting (WJIM) 2021 dengan meresmikan “Material Center Jawa Barat”.

Baca juga: Pemerintah Apresiasi Kolaborasi Mendorong Pertumbuhan Industri Kopi Indonesia

Kehadiran “Material Center Jawa Barat" ini diharapkan memberikan kemudahan akses bahan baku dan efisiensi jalur distribusi antara industri besar dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor industri tekstil.

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan, Arifin Soedjayana, mengatakan jika IKM yang terkena dampak dan tidak punya modal, susah untuk mendapatkan bahan baku.

"Kini mereka bisa bermitra dengan pengusaha besar untuk mendapatkannya dan yang sudah berjalan adalah untuk produk tekstil," uajr Arifin di Hotel Savoy Homan, jalan Asia Afrika, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Jabar Rancang Pusat Bahan Baku bagi Industri Kecil, UMKM Tekstil, dan Otomotif

Selain itu juga, Arifin mengatakan kedepannya akan membuka material center untuk otomotif yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kena imbas phk saat pandemi.

"Jadi mereka akan diarahkan untuk jadi pengusaha mandiri, mudah-mudahan November atau Desember material center untuk IKM otomotif bisa mulai berjalan," ujarnya.

Arifin menjelaskan, bagi para IKM memang tidak mudah untuk bisa mendapatkan bahan baku, apalagi membeli dengan partai kecil.

Dengan adanya satu wadah yang membantu, seperti material center dengan skala kecil menjadi jembatan untuk pemulihan ekonomi.

Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan berat terhadap perekonomian global, nasional dan Jawa Barat.

Baca juga: Soal Tekstil dan Fesyen Halal, Begini Prosesnya Menurut Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi

Akibat pandemi tersebut, sejak triwulan II-2020, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terkontraksi.

Namun demikian, sejalan dengan implementasi kebijakan yang bersifat dynamic balancing yaitu dengan tetap menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan protokol kesehatan, pada triwulan II-2021 perekonomian Jawa Barat mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,13% (yoy).

Pada triwulan III-2021 ini, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan tetap tumbuh positif, meskipun melambat.

Adanya perlambatan aktivitas ekonomi seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua secara nasional termasuk di Jawa Barat terutama pada Juli – Agustus 2021, yang diikuti dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKMD), telah berdampak pada menurunnya mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved