Sabtu, 9 Mei 2026

Warga Miskin Di Kabupaten Bandung Lebih Banyak Di Banding Daerah Lain, Ternyata Ini Penyebabnya

MenDes PDTT Abdul Halim Iskandar menyebut warga Kabupaten Bandung jumlah warga miskinnya lebih banyak lagi dibanding daerah lain.

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (MenDes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar saat berkunjung ke Rumah Jabatan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kabupaten Bandung, termasuk ke dalam daerah padat penduduk, tentu jumlah warga miskinnya lebih banyak lagi dibanding daerah lain.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (MenDes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar di Rumah Jabatan Bupati, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/9/2021).

"Kenapa Kabupaten Bandung? karena daerah ini termasuk ke dalam daerah padat penduduk. Tentu jumlah warga miskinnya lebih banyak lagi, dibanding daerah lain karena populasinya banyak," ujar Halim, dalam rilis yang diterima, Jumat (1/9/2021).

Baca juga: 460 Ribu Warga Jabar Miskin Ekstrem, Wapres Turun Langsung Siapkan Program sampai Akhir Tahun

Halim juja memaparkan, kondisi miskin ekstrim di Kabupaten Bandung. Ia juga membahas rencana program nasional dalam pembangunan desa dan pedesaan.

Halim meminta, bupati sebagai kepala daerah, turun langsung untuk mendampingi dan mengambil bagian, dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

"Saya berharap Pak Bupati bisa mendampingi pengelolaan dana desa dengan lebih proposional. Kalau bisa alokasi dana desa ditambahkan, sehingga kades dan masyarakat desa, semakin mendapatkan perhatian yang lebih fokus dari bupati," kata Halim.

Menurut Halim, penanggulangan kemiskinan memerlukan kolaborasi dan sinergitas unsur pentahelix, mulai dari kementerian, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, pihak swasta, akademis, media, hingga gotong royong seluruh masyarakat. 

Baca juga: Kisah Haru si Kaya dan Miskin, Fortuner Ditabrak Pedagang Roti, Bukannya Dituntut Malah Dibelikan HP

"Menangani data kemiskinan harus jelas siapa namanya, dimana alamatnya, kondisi rumahnya bagaimana, sanitasinya seperti apa, itu semua harus didata secara terperinci satu persatu," katanya.

Ia mengaku, mendukung terhadap program-program yang akan dan sedang dilakukan Pemkab Bandung, dalam mensejahterakan masyarakatnya.

"Program nasional berupa bantuan tunai, subsidi listrik, padat karya, dan lainnya sudah diluncurkan oleh kementerian lainnya. Saya sangat mengapresiasi Pemkab Bandung, yang terus mendukung program-program nasional," tuturnya.

Halim berharap, Kabupaten Bandung akan menjadi kabupaten utama, yang ikut menopang pencapaian target Indonesia di tahun 2024.

Baca juga: FAKTA-FAKTA Kerajaan Angling Dharma, Bangun 30 Rumah Warga Miskin hingga Diangkat oleh Makhluk Gaib

"Kita harapkan Kabupaten Bandung mencapai target Pak Presiden. Indonesia akan betul-betul bebas dari warga miskin," ucapnya.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengaku, pihaknya siap mendukung semua program pemerintah pusat, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bandung.

"Kemarin saat Pak Wapres berkunjung ke Jawa Barat, beliau mengatakan bahwa Kabupaten Bandung menjadi salah satu dari 5 daerah di Jawa Barat yang berkategori miskin ekstrim," kata Dadang.

Baca juga: WHO Desak Vaksin Booster Ditunda, Terjadi Ketimpangan antara Negara Miskin dan Kaya soal Vaksinasi

Dadang Memaparkan, angka kemiskinan di Kabupaten Bandung saat ini, mencapai 6,91% atau 263.600 jiwa. Sedangkan tingkat kemiskinan ekstrim berada di angka 2,46% atau sebanyak 93.480 jiwa. 

Dadang mengatakan, pihaknya berencana akan mengadakan rapat koordinasi, bersama perangkat daerah terkait, guna merumuskan langkah-langkah strategis sebagai tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat.

"Saya ditugaskan oleh Pak Wapres dan Pak Mendagri, untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini hingga bulan Desember. Kami akan fokus pada langkah apa yang harus kami lakukan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved