Breaking News:

Perlu 7 atau 8 Jam untuk Jangkau Daerah Terjauh, DPR Usulkan Basarnas Bandung Tambah Pos SAR

Menurut Ridwan, jumlah personel di Kantor SAR Bandung ini sangat kurang lantaran luas wilayah Jawa Barat ini sangat luas.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae saat memberikan keterangan di Kantor Basarnas Bandung, Jumat (1/10/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaui Komisi V mendorong Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung menambah Pos Siaga SAR.

Hal ini diakibatkan karena waktu tempuh personel SAR dari Kantor Basarnas Bandung di Jalan Raya Bandung-Garut, di Cimanggung, Sumedang, selalu lama jika mesti meraih daerah-daerah pelosok Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Ridwan Bae yang datang ke Kantor Basarnas Bandung, Jumat (1/9/2021) mengatakan kantor tersebut perlu menambah Pos Siaga SAR di sejumlah titik.

Baca juga: BREAKING NEWS Gibran yang Hilang 6 Hari Ditemukan di Curug Gunung Guntur, Tim SAR Kerahkan 100 Orang

Saat ini, Pos Siaga SAR baru ada di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Tasikmalaya.

Pos SAR, kata Ridwan Bae, mesti ditambah di daerah-daerah yang rawan bencana.

"Kesiapan personel dan aspek kemampuan personel Kantor SAR Bandung ini cukup siap, namun masih didapati berbagai keluhan, yakni jarak antara kantor SAR Bandung ke wilayah yang terjadi bencana kerap ditempuh dengan waktu 7 hingga 8 jam, jadi perlu penambahan pos siaga SAR di Jawa Barat ini," kata Ridwan Bae kepada TribunJabar.id di Kantor SAR Bandung, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (1/10/2021).

Selain itu, kata Ridwan, kurangnya personel yang ada di Kantor SAR Bandung ini masih menjadi kendala dalam memaksimalkan pertolongan.

Menurut Ridwan, jumlah personel di Kantor SAR Bandung ini sangat kurang lantaran luas wilayah Jawa Barat ini sangat luas.

"Kami Komisi V akan menyikapi masalah ini dengan arif, dan kami akan menyampaikannya pada rapat-rapat dengan mitra Komisi V, " ujarnya.

Baca juga: Semua Kabupaten/Kota di Jabar Berpotensi Longsor, Kepala Basarnas: Jangan Ragu Melapor, Gratis!

Ridwan menambahkan, penambahan pos SAR dan personel ini bertujuan untuk meningkatkan respons time dalam upaya pertolongan jika terjadi bencana.

"Tugas Basarnas ini kan untuk menyelamatkan orang. Bagaimana mau menyelamatkan orang, kalau jarak tempuh ke lokasi kejadian sangat jauh, jadi penambahan pos siaga SAR sangat diperlukan, "tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved