Pasar Sederhana Batal Ujicoba Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Ternyata Pedagang yang Disuntik Sedikit

Pedagang Pasar Sederhana batal memberlakukan aplikasi PeduliLindungi karena pedagang  pasar belum 100 persen divaksin. Karena itu, batal dijadikan

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
tribunjabar.id/nazmi abdurahman
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang Pasar Sederhana batal memberlakukan aplikasi PeduliLindungi karena pedagang  pasar belum 100 persen divaksin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Elly Wasliah, mengatakan, Pasar Sederhana dihuni 912 pedagang dan baru 213 orang yang divaksin.

Karena itu, batal dijadikan pasar tradisional yang dijadikan ujicoba wajib  pemberlakuan scan barcode pedulilindungi bagi pedagang dan pengunjungnya.

"Pasar Sederhana dikelola Perumda Pasar selain pedagang belum seluruhnya divaksin juga akses masuk pasar tersebut lebih dari 15 sehingga menyulitkan petugas menyimpan dan mengawasi pengunjung yang akan masuk untuk scan barcode dahulu," ujar Elly di Balai Kota, Kamis (30/9).

Menurut Elly,  mal ritel sudah clear gunakan aplikasi peduli lindungi, uji coba di pasar tradisional di beberapa kota termasuk kota Bandung di Pasar Sederhana dan Baltos.

"Baltos clear karena sudah vaksin akses masuk juga tidak banyak dan beberapa hari ini sudah pakai aplikasi Pedulilindungi," ujarnya. 

"Khusus Pasar Sederhana ditunda karena baru 200-an pedagang yang divaksin. Gimana mau dipasang barcode kalau pedagangnya  belum divaksin, selain itu akses masuk lebih dari 15 titik," katanya.

Alasan pedagang enggan vaksin kata Elly kemungkinan banyak pertimbangan bisa karena takut atau enggan meninggalkan jongko atau lapak usahanya.

Karena itu, pihaknya melakukan percepatan vaksin setelah mendapat bantuan vaksin sebanyak 3800 dari Disperindag Jabar.

Elly berharap, pedagang sadar dan cepat vaksinasi, contoh mal ritel selesai.

Sekarang fokus pedagang pasar saja, besok koordinasi Perumda Pasar untuk di Pasar Baru, Andir dan Pasar Sederhana. Vaksin baru dipake 1100, sisa 2700 vaksin ada di Dinkes kota Bandung untuk digunakan nanti di pasar pasar.

Masih kata Elly pedagang banyak yang tidak memilik HP sehingga itupun menjadi aspek perlu dipertimbang terkait penerapan barcode tersebut.

Elly mengatakan, dari 37 pasar jumlah pedgang ada 14.661 namun yang divaksin baru 5.114 atau data per 10-15 September baru 40%.

"Kami juga masih bingung bagaimana teknis di lapangan kalau ada scan barcode tapi tidak ada petugas kan aneh," kata Elly. (tiah sm)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved