Breaking News:

Sebelum Merdeka, Ada 250 Kerajaan di Indonesia, Tak Ada Sunda Empire Atau Kerajaan Angling Dharma

Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi imbau warga waspada kerajaan fiktif

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi saat memberikan keterangan kepada TribunJabar.id, di Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar. Id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif. Mulai dari Sunda Empire hingga terakhir Kerajaan Angling Dharma.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi menuturkan, sebelum Indonesia merdeka, terdapat sebanyak 250 kerajaan di Indonesia. 

Menurutnya, dari jumlah tersebut semuanya ikut andil dalam membentuk bangsa ini. Kendati demikan, lanjut Haryo,  tidak ada namanya Kerajaan Sunda Empire, dan Kerajaan Angling Dharma

"Serahkan saja kepada aparat penegak hukum, karena mereka pasti akan mengeluarkan kegiatan-kegiatan yang keluar dari koridor hukum, kemarin juga terbukti kan, " ucap Haryo Eddy S Wirabhumi kepada TribunJabar.id, disela Festival Keraton Nusantara, di Keraton Sumedang Larang, Rabu (29/9/2021). 

Baca juga: Heboh Kerajaan Angling Dharma di Banten, Ini Fakta-fakta Kemunculan hingga Sosok Raja yang Dermawan

Selain itu, Haryo Eddy meminta kepada masayarakat Indonesia untuk cerdas menyikapi kemunculan kerajaan-kerjaan fiktif tersebut. 

"Gak usah memberi hati kepada mereka, apalagi memberikan perhatian, karena akan lebih banyak mudaratnya. Kita memelihara yang ada saja sudah terseok-seok, " ujarnya. 

Haryo memastikan, kerajan fiktif yang menghebohkan masyarakat Indonesia tersebut tidak ada dalam wadah MAKN.

Menurutnya, jika  pemerintah mau  melakukan komunikasi kepada MAKN, pihaknya bakal memverifikasinya.
benar dan tidaknya kerajaan-kerajaan yang menghenohkan masayarakat. 

"MAKN adalah wadah resmi bagi para raja, sultan, pemangku adat yang sudah ada sebelum Indonesia ini merdeka, di MAKN adalah kerajaan-kerajaan yang real, dan secara genealogi dan sejarah kerajaannya bisa dipertanggungjawabkan, " ujar Haryo, menambahkan. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved