Kuliner Bandung

Jadoel, Kuliner Malam Khas dan Unik di Jalan Dago Bandung, Jadi Buruan Wisatawan di Akhir Pekan

Tempat ini sudah ada sejak 20 tahun lalu. Di akhir pekan, pembeli harus rela antre.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Cipta Permana
Suasana di kios Jadoel atau Jagung Bakar Doel yang ada di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung dikenal sebagai surga kuliner bagi para wisatawan.

Salah satu kuliner malam yang menggugah selera yaitu 'Jadoel' Jagung Bakar Doel, yang berlokasi di Jalan Ir H Djuanda (Dago), tepatnya di depan Courtyard by Mariott Hotel Bandung. 

Selain menjual jagung bakar dengan beragam varian rasa yang menjadi menu andalan Jadoel juga menjual aneka menu khas tanah Parahyangan lainnya, seperti pisang bakar, colenak, dan beragam minuman yang disajikan dingin atau panas, yang sangat cocok menemani dinginnya malam Kota Bandung.

Harga menu-menu tersebut pun sangat ramah di kantong. Cukup merogoh kocek Rp12 ribu, pembeli sudah dapat menikmati seporsi menu spesial jagung bakar, pisang bakar, atau colenak. 

Salah seorang pembeli yang ditemui, Dicky (34) warga Kopo mengaku sudah menjadi pelanggan setia Jadoel sejak belum menikah, hingga saat ini Ia telah memiliki dua orang anak. 

Alasannya, selain harga yang murah, juga kualitas rasa yang dimiliki dari aneka makanan tersebut sangat khas, terlebih seluruh makanan dibakar menggunakan arang kayu, sehingga menambah cita rasa unik yang muncul begitu masuk ke mulut.

"Setiap saya pingin jagung bakar, saya selalu ke sini, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari Kopo. Karena mungkin sudah jatuh cinta sama rasanya yang khas dan unik, jadi saya enggak cari ke mana-kemana lagi, pasti ke sini, apalagi anak istri juga suka," ujarnya saat ditemui bersama putri sulungnya, saat membeli menu jagung bakar dan pisang bakar, Selasa (28/9/2021).

Hal senada dikatakan pembeli lainnya, Rio (25), warga Cibiru.

Menurutnya, pilihannya ke Jadoel, selain karena cita rasa dan harga yang ditawarkan, tapi juga karena cukup dekat dengan tempatnya bekerja, yang berdekatan dengan Balai Kota Bandung.

"Tadinya mau pulang soalnya kerjaan sudah beres sebelum Magrib, cuma agak malas di jalan pasti macet-macetan, jadi mampir aja dulu ke sini, kebetulan dekat kantor juga. Apalagi memang udah langganan dari dua tahun lalu, jadi kalau pulang cepet pasti ke sini dulu," ujarnya.

Tatang (59) pemilik Jadoel, menunjukkan seporsi colenak yang telah dibuatnya di lapak dagangnya, Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung, Selasa (28/9/2021).
Tatang (59) pemilik Jadoel, menunjukkan seporsi colenak yang telah dibuatnya di lapak dagangnya, Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung, Selasa (28/9/2021). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Sementara itu, Tatang (59) pemilik Jadoel, mengaku, sudah berjualan lebih dari 20 tahun dan tidak pernah menambah menu atau mengubah rasa, termasuk proses pengolahannya sejak awal memulai usahanya. 

Menurutnya, setiap akhir pekan, mayoritas pelanggannya berasal dari luar Kota Bandung.

Bahkan, seiring meningkatnya pembeli saat akhir pekan, ia harus dibantu sang istri untuk melayani para pembeli. 

"Kalau hari Sabtu atau Minggu saya dibantu sama istri, soalnya kalau sendiri enggak sanggup Kang, soalnya yang beli itu bisa enam sampai tujuh porsi perorang. Kalau weekend di sini itu penuh banget, sampai pada berdiri makannya, atau duduk lesehan di trotoar, karena enggak kebagian tempat duduk," ujarnya.

Tingginya animo dari para pelanggan, tidak serta merta membuatnya untuk ingin pindah mencari tempat yang lebih luas.

Sebab, menurutnya sesuai dengan nama usahanya, yaitu Jadoel, maka ia ingin menciptakan suasana tempo dulu, untuk mengembalikan nostalgia dari para pelanggannya.

"Dari dulu kalau kalau yang namanya jagung bakar sama colenak itu dibakar pakai arang, bukan dengan kompor, termasuk cara makannya juga harus seperti tempo dulu, kalau enggak berdiri, jongkok, atau lesehan di mana aja sambil ngobrol sama teman atau keluarganya masing-masing, yang penting mah nyaman," katanya.

Baca juga: Kuliner Malam di Purwakarta, Nikmati Lezatnya Makanan Tradisional dan Suasana Hutan di Leuweung Seni

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved