Breaking News:

Hanya Sedikit yang Lolos Seleksi P3K, Guru Honorer Pertanyakan Patokan Passing Grade ke DPRD Ciamis

Puluhan guru honorer dari berbagai sekolah di Pamarican Rabu (29/9) sore mendatangi DPRD Ciamis untuk mempertanyakan patokan passing grade yang tinggi

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Puluhan guru honorer dari Pamarican Ciamis, Rabu (29/9/2021) sore mendatangi DPRD Ciamis dan diterima komisi D. Mereka mengeluh karena tidak lolos passing grade seleksi penerimaan P3K guru. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Puluhan guru honorer dari berbagai sekolah (sebagian besar dari SD) di Pamarican Rabu (29/9) sore mendatangi DPRD Ciamis.

Mereka mempertanyakan patokan passing grade yang tinggi (320) sehingga hanya segilintir guru honorer di Pamarican yang lolos passing grade.

Sekitar 50 orang guru honorer yang mendatangi DPRD Ciamis tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi D, Andang Irfan Sahara dan sejumah anggota Komisi D DPRD Ciamis di ruang rapat utama.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Kadisdik Ciamis Dr Asep Saeful Rahmat, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis Dr H Endang Rahmat dan Ketua Cabang PGRI Pamarican, Handoko SPd.

Menurut  kordinator aksi, Baehaki Effendi, dari 174 guru honorer dari berbagai SD dan SMP di Pamarican yang mengikuti seleksi penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru hanya 8 orang yang lolos passing grade. Sementara formasi adalah untuk 161 posisi.

Setelah ada penambahan nilai (affirmasi) dari  K2, Sertifikasi dan 35 tahun plus ada tambahan 30 orang lolos.

“Tetap yang tidak lolos sangat banyak. Lebih dari seratus orang.Kondisi cukup mengecewakan, padahal diantara kami sudah ada yang belasan tahun mengabdi. Dan pengumuman kelulusan semula tanggal 24/9, kini ditunda,” ujar Baehaki.

Menurut Nurhasanah (42) guru  honorer yang PAI mengajar di SDN 2 Margajaya Pamarican, banyaknya guru honorer dari Pamarican yang tidak lolos karena soal teknis yang diujikan sangat sulit.

“Soalnya tidak seperti yang dibaya ngkan semula. Sangat sulit, jadinya banyak yang tidak lolos passing grade. Saya juga tidak lolos,” ujar Nurhasanah, ibu dua anak, yang sudah 12 tahun mengabdi jadi guru honorer tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved