Breaking News:

Trend Positif Ekonomi Digital Saat Pandemi Covid-19, Produk Lokal Ini Dongkrak Penjualan Online

Para pelaku ekonomi digital beserta turunannya menunjukan tren positif disaat pandemi Covid-19

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
dok.tribunnews
Ilustrasi penjualan online saat pandemi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Meski sejumlah sektor ekonomi mengalami perlambatan ekonomi, namun hal itu tidak berlaku pada ekonomi digital. Bahkan para pelaku ekonomi digital beserta turunannya menunjukan tren positif disaat pandemi seperti sekarang ini.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produk domestik bruto  (PDB) Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp15.400 triliun. 

Sementara, ekonomi digital Indonesia (EDI) tercatat sebesar Rp632 triliun. 

Baca juga: Program Petani Milenial, Komoditas Ini Menjajikan Disaat Pandemi Covid-19, Penjualan Online Naik

Meskipun kontribusi EDI masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional, tetapi tumbuh cukup pesat.

Pada 2030, e-commerce business to business (b2b) dan business to consumer (b2c) lokapasar diproyeksikan dapat menyumbang nilai tertinggi dalam ekosistem EDI, yaitu sebesar Rp1.908 triliun atau 34 persen.

Brand Insurgent, produk UMKM yang memanfaatkan penjualan online saat pandemi
Brand Insurgent, produk UMKM yang memanfaatkan penjualan online saat pandemi (dok brand Insurgent)

Dikutip dari siaran pers Kemendag, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan tengah memanfaatkan gelombang kedua ekonomi digital dengan menciptakan ekosistem digital yang memfasilitasi produksi, logistik hingga transaksi.

Sektor niaga elektronik (e-commerce) didorong menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-
19.

Baca juga: Penjualan Online Naik 300 Persen Saat Pandemi, UMKM Kini Beralih Ngiklan Melalui Digital Marketing

Hal itu disampaikan Mendag Lutfi saat menjadi pembicara kunci pada acara Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook 2021 belum lama ini.

Mendag Lutfi mengungkapkan, optimalisasi potensi hilirisasi ekonomi digital  Indonesia juga dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan “low hanging fruit” atau “early harvest”.

Mendag menyebutkan beberapa prasyarat yang perlu dilakukan untukmembantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. 

Ilustrasi belanja online di tengah merebaknya virus corona.
Ilustrasi belanja online di tengah merebaknya virus corona. (Pixabay)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved