Rabu, 29 April 2026

Perempuan yang Meninggal Dianiaya Suaminya di Pangandaran, Diduga Terkait dengan Tagihan Panci

Seorang ibu rumah tangga meninggal dunia dan diduga menjadi korban kekerasan suaminya di Pangandaran.

Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa/ Andriansah
IRT yang ditemukan meninggal, saat dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Seorang ibu rumah tangga meninggal dunia dan diduga menjadi korban kekerasan suaminya di Pangandaran.

Kiki Karwi (47), warga RT 1/2 Dusun Cipari, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ditemukan meninggal di ruangan rumahnya, pada Senin (27/9/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB seusai terlibat cekcok dengan suaminya Ade Ahdia (47), seorang pekerja buruh pabrik di penggilingan padi.

Kepala Dusun Cipari, Desa Sukaresik, Kusmaya, menyampaikan, peristiwa itu terjadi setelah ada orang yang menagih uang angsuran panci.

"Terus cekcok, dan tetangga di lingkungannya juga tidak mendekatinya. Tapi lama-kelamaan terdengar suara gaduh di rumahnya," ujar Kusmaya saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Selasa (28/9/2021) siang

Kemudian, seorang tetangganya pergi ke warung untuk berjualan dan selang beberapa menit suami korban mendatangi tetangganya yang merupakan adik korban.

"Pelaku memberitahukan, istrinya meninggal dunia karena bertengkar. Terus saya juga tanya pelaku, kenapa sampai seperti itu (meninggal dunia). Jawab alasan pelaku, katanya karena ditagih angsuran panci yang jumlahnya besar sekitar Rp 150 ribu per bulan dan katanya nunggak selama 9 bulan," katanya.

Dari sisi ekonomi, lanjut Kusmaya, memang di data keluarga pelaku masuk ke daftar penerima bantuan dari pemerintah.

"Hanya pelaku melakukan penganiayaan tersebut, karena pelaku tidak diberi tahu oleh istrinya karena mempunyai angsuran panci," ucapnya.

Saat cekcok, kata Kusmaya, katanya ada perkataan dari istrinya (korban) yang bahasanya merendahkan suaminya.

"Katanya, korban berbicara seperti merendahkan pelaku," katanya.

Memang, ujar dia, sebelumnya juga menurut tetangga setempat pelaku dan korban (istrinya) sering bertengkar.

"Sebelumnya juga, sering bertengkar seperti biasa dan wajar hanya adu mulut. Tapi kalau sampai main kekerasan pada fisik saya tidak tahu," ucap Kusmaya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved