Breaking News:

Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, mengungkap keprihatinannya atas masih sering terjadinya sengketa lahan pada fasilitas

Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah 

Wagub Jabar Anjurkan Kedepankan Musyawarah

TRIBUNJABAR.ID, KAB. BANDUNG BARAT -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, mengungkap keprihatinannya atas masih sering terjadinya sengketa lahan pada fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah sebagai sarana pendidikan.

Padahal, pendidikan termasuk sektor vital yang semestinya semakin hari semakin berkemajuan. Namun sengketa lahan kerap kali mengusik ketenangan siswa yang sedang belajar.

Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah
Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah ()

"Pendidikan di Jawa Barat, memang ada permasalahan yang menahun. Sampai hari ini belum bisa terpecahkan dengan sempurna. Cukup krusial, yakni tentang status tanah, beberapa sekolah yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Termasuk diantaranya sekolah SLB yang bangunannya milik pemerintah, tapi berdiri diatas tanah orang lain," ungkap Wagub Jabar, di sela agenda kerjanya di Kawasan Lembang, Kab. Bandung Barat, Selasa (28/09/2021).

"Sementara semakin hari semakin ada orang yang mengusik, karena kalau dulu orang tuanya dengan keikhlasan memberikan ijin untuk dibangun, atau diwakafkan, atau dihibahkan tetapi jaman dulu surat- suratnya tidak dilaksanakan administrasinya dengan baik. Sekarang cucu dan cicitnya mengusik," tambah Dia.

Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah
Pak Uu Prihatin Masih Sering Terjadi Sengketa Lahan Sekolah ()

Oleh karena itu, Pak Uu berharap kepada tokoh masyarakat, dan pengurus RT/ RW agar dapat menaruh perhatian terkait persialan tanah yang dipakai fasilitas umum khususnya dunia pendidikan.

Pun kepada keluarga pemilik lahan, Pak Uu menyarankan agar lebih mengedepankan musyawarah dibanding melakukan aksi sepihak seperti penyegelan, atau hal lain yang mengganggu proses transfer ilmu di sekolah.

"Agnia atau tokoh masyarakat untuk memperhatikan karena pendidikan sejatinya adalah tanggung jawab kita semua. Diantaranya dengan menguatkan kembali akta hibah, wakaf ataupun hal terkait lainnya. Kalau sekolahnya bermasalah, anak- anak juga akan terdampak pada proses belajar mengajar," sambung Pak Uu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved