Breaking News:

Kisah di Balik Indahnya Gunung Parang Purwakarta, Konon Tempat Kumpul Para Empu di Zaman Padjadjaran

Gunung Parang di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan pendakian bertangga besi

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Turis asing menyambangi wisata via verrata Gunung Parang di Desa Cirangkong dan Cihuni Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Kamis (29/6/2017). 

"Adanya tumpukan batu menyerupai bantal itu yang disebut petilasan," kata dia.

"Makam Mak Eyang Barang, Dewi Sekarwangi dan Ibu Dewi Cahya Sakti sama patilasan Raden Surya kencana berada di atas yang sekarang pos 4 pendakian. Kemudian makam Mak Haji Bengker Buana Sakti ada di tengah jalur yang sekarang menjadi pos 2 pendakian," ujar Bah Wahyu.

Makam-makam tersebut, kerap menjadi tujuan para peziarah bagi masyarakat di Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, Gunung Parang kini dibangun jadi tempat wisata sejak tahun 2013 silam.

"Bukan hanya jadi tempat ziarah, tapi jadi tempat wisata, tapi sebagian peziarah yang rutin juga ada," imbuhnya.

Selain kisah tersebut, di Gunung Parang juga terdapat Goa Belanda yang juga menyimpan sejarah kelam pada zaman penjajahan.

"Kalau pada zaman Belanda, gunung ini di yakini tempat menyimpan harta benda hasil merampok masyarakat dari para oenjajah Belanda," katanya.

Berdasarkan cerita masyarakat dahulu, Bah Wahyu mengungkapkan ada cerita beragam soal goa tersebut.

"Selain itu, ada yang bilang gunung ini sempat dibuat jalur kereta api, ada yang bilang juga tempat bersembunyi, bahkan katanya di gunung ini sempat jadi incaran penambang intan dan emas," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved