Ketua DPRD Sukabumi Sebut Bentrokan Antar Ormas Bikin Wisatawan Ketakutan

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara menyayangkan bentrok antar ormas Pemuda Pancasila dan BPPKB pada Minggu (26/9/2021) menewaskan Endang

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / M Rizal Jalaludin
Ketua DPRD Sukabumi Yudha Sukmagara 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI -Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara menyayangkan bentrokan antar ormas Pemuda Pancasila dan BPPKB pada Minggu (26/9/2021) menewaskan satu warga Sukabumi, bernama Endang (49) warga Kecamatan Sukalarang kabupaten Sukabumi

"Memang kaget, prihatin sampai terjadi korban meninggal dunia di bentrokan antar ormas Pemuda Pancasila dan BPPKB Banten ya, ini sangat disayangkan terjadi sebuah pembakaran, kerusakan dan lain-lain, ini sangat disayangkan," kata Yudha Sukmagara di ruang kerjanya di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalan Jajaway Palabuhanratu, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, saat ini kondusifitas di Kabupaten Sukabumi sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi warga dengan promosi wisata. Yudha mengatakan, adanya bentrok kemarin bisa berimbas ketakutan kepada wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sukabumi.

"Saya sih selaku Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi mengimbau kepada setiap ormas dan para pemuda mari kita jaga Kabupaten Sukabumi, kondusifitas Kabupaten Sukabumi hari ini sangat diperlukan. Saat ini Kabupaten Sukabumi sedang terpromosikan di dunia pariwisata, apabila terjadi bentrokan, terjadi sebuah huru-hara ini akan menjadikan efek yang kurang baik nilai value daripada pariwisata yang ada di Kabupaten Sukabumi," terangnya.

Ia mengingatkan, peristiwa bentrokan antar ormas di Sukabumi membuat wisatawan ketakutan jika hendak berwisata ke Sukabumi.

Baca juga: Bentrok Ormas di Sukabumi, Keluarga Menduga Dipicu Adanya Peristiwa Keributan di Sebuah Minimarket

"Kondusifitas Sukabumi ini perlu kita dijaga untuk bisa membawa pelancong, wisatawan masuk ke Sukabumi. Kalau Sukabumi tidak kondusif saya rasa ini bisa membawa hal yang buruk, saya rasa wisatawan akan takut ke Kabupaten Sukabumi," tegasnya.

Puluhan Orang Diamankan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, bentrokan antar ormas ini sudah diselesaikan oleh polres dan forkompimda masing-masing daerah.

"Ini ada 4 lokasi kejadian kemarin, intinya semuanya sudah diselesaikan, pelaku yang melalukan sudah diamankan," ujar Erdi A Chaniago saat dihubungi, Selasa (28/9/2021).

Erdi mengaku belum mengetahui jumlah anggota ormas yang diamankan dari masing-masing wilayah. Intinya, kaya dia, polres diempat daerah itu sudah mengamankan sejumlah pelaku.

"Sementara belum pasti, yang jelas banyak sekali dari Polresta Bandung kurang lebih ada 20 orang, intinya pelaku yang melakukan tindak pidana itu sudah diamankan oleh Polres setempat," katanya.

Pun demikian dengan motif terjadinya bentrokan antar dua ormas ini. Erdi mengaku saat ini masih dalam penyelidikan. Polisi masih akan mendalami pemicu bentrokan dua ormas itu terjadi.

"Sedang kita selidiki, kemarin itu awalnya dari Sumedang, ini masalah kesalah pahaman, perselisihan saya harus cek dulu. Cuma yang jelas sudah terjadi, ada pengrusakan bahkan ada yang meninggal dunia, dan ini sudah ditangani Polres masing-masing," ucapnya.

Bentrok antara ormas Pemuda Pancasila (PP) dan BPKB Banten ini awalnya terjadi di Jalan Mayor Abdurahman, Kecamatan Sumedang Utara Minggu 26 September 2021 dini hari. Bentrokan meluas hingga terjadi juga di Cianjur, Sukabumi dan Kabupaten Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved