Breaking News:

Penemuan Mayat di Subang

Beredar Foto Anak Mimin Diduga Anggota Gangster, Arigi: Itu Kan Acara Roadrace

Sebelumnya, banyak beredar foto di media sosial bahwa anak dari istri muda Yosef tersebut yang dianggap masyarakat merupakan salah satu anggota dari g

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Ravianto
Dwiky Maulana Vellayati/Tribun Jabar
Arigi, anak Mimin Mintarsih saat menyambangi makam dari Tuti Suhartini serta Amalia Mustika Ratu di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (27/9/2021) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Istri muda Yosef (55) serta kedua anaknya akhirnya buka suara terkait banyak tuduhan-tuduhan miring terhadap keluarganya terkait kasus Subang.

Kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) ternyata juga berimbas kepada salah satu anak dari istri muda Yosef.

Pasalnya, banyak tuduhan yang tidak mendasar.

Salah satu tuduhan yakni, bahwa banyak yang menyangka bahwa Arigi (26) anak Mimin Mintarsih (51) seorang anggota dari salah satu anggota gangster.

"Gak pernah itu, gak bener kok, saya ga pernah masuk Gangster atau apa, itu acara roadrace kan ya saya cuman hadir aja, lagian itu udah lama banget tahun 2014," ucap Arigi di Subang, Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, banyak beredar foto di media sosial bahwa anak dari istri muda Yosef tersebut yang dianggap masyarakat merupakan salah satu anggota gangster.

Maka dari itu, dirinya membantah tidak pernah masuk ke dalam ruang lingkup dari gangster seperti yang dituduhkan oleh masyarakat.

"Pokoknya saya gak pernah masuk geng-geng seperti itu," katanya.

Dapat diketahui, Mimin beserta kedua anaknya sempat juga dimintai keterangan oleh pihak kepolisian atas kasus meninggalnya Tuti serta Amalia tersebut.

Amalia Pernah Dilabrak Nenek

Amalia Mustika Ratu, korban meninggal kasus pembunuhan ibu dan anak di subang ternyata pernah dimarahi neneknya atau ibu Yosef soal motor Nmax.

Hal ini diungkapkan Yoris, kakak Amalia atau anak tertua Yosef dengan Tuti Suhartini.

Selain Amalia, Tuti juga menjadi korban meninggal kasus Subang 18 Agustus 2021 di Dusun Ciseuti, Jalan Cagak Subang.

Yoris dan Yosef menjadi saksi dalam kasus Subang tersebut. Yosef adalah ayah kandung Yoris dan Amalia.

Selain itu, Mimin, istri muda Yosef juga menjadi saksi.

Yoris membeberkan pecakapannya dengan Tuti melalui telepon pada 2020.

Saat itu, Tuti terdengar emosional karena perkara motor NMAX.

Yosef ingin membeli motor NMAX namun tidak diizinkan anaknya, Amalia.

Baca juga: Kerap Disudutkan, Istri Muda Yosef Akhirnya Buka Suara, Ini Ungkapan Hatinya di Makam Tuti & Amalia

Berdasarkan pengakuan Yoris, Yosef kemudian mengadukan kejadian itu kepada ibunya atau nenek Amalia.

Adik Yoris itu kemudian dimarahi ibunda Yosef karena tidak mau membelikan Yosef motor NMAX.

Yoris mengaku mengetahui masalah tersebut saat Tuti menjelaskannya melalui telepon.

Dalam percakapan itu, Tuti terdengar menangis hingga berteriak-teriak.

Yoris saat ditemui usai pengajian untuk mendoakan Tuti dan Amalia.
Yoris saat ditemui usai pengajian untuk mendoakan Tuti dan Amalia. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

"Kalo gak salah itu, kayaknya papah (Yosef) ngadu ke nenek saya, kejadiannya waktu itu mamah (Tuti) nelfon sambil teriak-teriak sambil nangis, (saya tanya) 'mamah kenapa? Mamah kenapa?' Terus kata mamah itu Amalia dilabrak sama nenek katanya papah tidak dibelikan motor," ucap Yoris saat ditemui di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Senin (27/9/2021).

Pada akhirnya, Amalia mengizinkan Yosef membeli motor tersebut.

Kata Yoris, adiknya melakukan itu agar pertikaian tidak semakin parah.

"Tapi pada akhirnya dibeliin sama Amalia yaudah lah daripada masalah, kita juga harus bijak, saya sebagai kakak tertua jadi harus bisa nyeimbangin yaudah beliin aja," katanya.

Dalam kasus Subang, motor NMAX menjadi petunjuk mengungkap kasus.

Kepolisian menemukan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang menunjukkan motor NMAX.

Pelaku kasus Subang masih belum tertangkap.

Sampai dengan saat ini pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang sudah menjadi sorotan publik ini.

Sudah memasuki hari ke 40 ini, keluarga korban perampasan nyawa ibu dan anak desak pihak kepolisian agar secepatnya menemukan dan menangkap pelaku yang sudah berbuat keji tersebut.

Rekaman CCTV NMAX

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan sejumlah temuan polisi hasil kerja selama 30 hari.

Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, dikaitkan dengan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan mobil Avanza Putih di rekaman CCTV.

Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan kendaraan pertama yang diduga digunakan pelaku adalah Avanza putih.

"Dari kesesuaian itu, hanya sementara ini ada dugaan bahwa diduga pelaku menggunakan kendaraan, ini hanya diduga atau ada dugaan sebuah kendaraan jenis avanza warna putih. Artinya kalau pun dia pelaku, ada hubungannya dengan kejadian tersebut," kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Dari rekaman CCTV itu pula, selain Avanza putih, polisi menemukan kendaraan lain yakni sepeda motor.

"Kemudian dengan satu kendaraan lagi adalah kendaraan sepeda motor warna biru. Kemudian penyidik melakukan identifikasi terhadap kendaraan-kendaraan, nomor polisi sekian. Jadi beberapa kendaraan diidentifikasi, tentu akan didalami lagi pemilik-pemilik kendaraan tersebut," jelasnya.

Mobil Toyota Alphard yang menjadi lokasi ditemukannya jasad Tuti dan anaknya Amelia Mustika Ratu.
Mobil Toyota Alphard yang menjadi lokasi ditemukannya jasad Tuti dan anaknya Amelia Mustika Ratu. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Lebih lanjut, Ramadhan menuturkan jenis kendaraan roda dua tersebut berjenis NMAX. Polri juga tengah menginventarisasi kendaraan sepeda motor berjenis tersebut di Subang.

"Nah itu kalau kita lihat dari data dengan plat nomor yang ada di sana (Subang), ada 5.572 unit. Dari 5.572 unit itu mengerucut ada 26. Ada 26 kendaraan roda dua NMAX biru. Jadi lebih mengerucut kepada warga yang ada di sekitar situ di Kabupaten Subang," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya masih mendalami hubungan kendaraan tersebut dengan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Karena misalnya kendaraan roda dua sepeda motor warna biru, kan ada ratusan bahkan ribuan. Tentu nanti akan didalami dengan hubungan antara tersangka dengan korban atau calon tersangka dengan korban," ujarnya

Ada Apa dengan Mobil Alphard?

Yoris (34) mengatakan, ibunya, Tuti Suhartini (55), pernah berbicara bahwa mobil Alphard-nya, tidak akan bisa bergerak apabila digunakan oleh orang lain.

Menurut Yoris, sebelum ibunya meninggal secara mengenaskan, Tuti pernah bersumpah mobil Alphard itu tidak berfungsi jika digunakan orang lain.

"Emang dulu pernah dari mamah, ada sumpah serapah. Jadi si mobil Alphard itu dipake orang lain, itu mobil pasti diem tidak akan bisa digunakan," ucap Yoris, Jumat (24/9/2021).

Yoris mengatakan, ibunya memang tidak mengizinkan orang lain untuk menggunakan mobil keluarga tersebut, dengan alasan tidak mau mobil Alphard digunakan oleh istri muda dari Yosef (55).

Yosef adalah mantan suami Tuti Suhartini sekaligus ayah Yoris.

"Karena memang mobil itu gak mau dipinjamkan atau dipakai sama mimin (istri mudanya Yosef) sebenernya sih itu," kata Yoris.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved