Sosok Pierre Tendean, Pahlawan Revolusi Gugur Saat G30S, Diidolakan Wanita hingga Manjakan Ade Irma

Sosok Pierre Tendean termasuk tokoh penting saat mengingat sejarah kelam peristiwa G30S.

Editor: Widia Lestari
Kompas.com
Pierre Tendean dengan Ade Irma Suryani merupakan korban G30S/PKI. 

TRIBUNJABAR.ID - Sosok Pierre Tendean termasuk tokoh penting saat mengingat sejarah kelam peristiwa G30S.

Kapten Tendean adalah ajudan Jenderal AH Nasution yang saat itu, ia berpangkat Letnan Satu atau Lettu.

Namun, kehidupan Pierre Tendean berakhir tragis. Ia gugur dan menjadi korban peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.

Kepergian Pierre Tendean pun selalu dikenang bangsa Indonesia. Ia termasuk Pahlawan Revolusi yang gugur setelah melindungi atasannya.

Baca juga: Mengenang Kisah Hidup Pierre Tendean, Berkorban Demi Lindungi Jenderal AH Nasution di Malam G30S

Di balik kesetiaannya sebagai ajudan AH Nasution, ada kisah menarik dari sosoknya selama mendampingi atasannya.

Pierre Tendean memiliki paras yang tampan. Ia blasteran Indonesia dan Prancis.

Ia berkulit bersih, berhidung mancung, dan berpostur tinggi.

Ketampanan Pierre ini bahkan diakui orang-orang sekitarnya, termasuk keluarga Nasution.

Saking tampannya, ia kerap menjadi magnet para kaum hawa.

Melansir dari Warta Kota, Pierre Tendean selalu menarik perhatian wanita ke mana pun ia pergi.

Ia selalu mengawal atasannya saat melakukan beberapa kunjungan.

Biasanya, Pierre menemani atasannya yang berdinas untuk menjadi pembicara dalam konferensi atau seminar di luar kota.

Saat mengawal sang Jenderal, ia pun kerap bikin salfok atau salah fokus para peserta seminar.

Ia selalu menjadi daya tarik para peserta, khususnya perempuan.

Kapten Tendean
Kapten Tendean (Kolase Tribun Jabar (Kompas TV))
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved