Breaking News:

JAPRI (Jabar Punya Informasi) "Inspirasi Anak Yatim”

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus gencar dalam penanganan covid-19. Anak yatim, piatu serta yatim piatu menjadi penanganan sosial yang harus di ata

HUMAS DINSOS JABAR
JAPRI (Jabar Punya Informasi) "Inspirasi Anak Yatim" 

Menuju Kick Off Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu yang ditinggal Meninggal Orangtuanya karena Covid-19

TRIBUNJABAR.ID, KOTA BANDUNG (27/09/2021) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus gencar dalam penanganan covid-19. Anak yatim, piatu serta yatim piatu menjadi penanganan sosial yang harus di atasi bersama. Program Pemberdayaan dan Pelindungan Anak Yatim, Piatu dan Yatim piatu yang ditinggal meninggal oleh Kepala keluarganya karena Covid -19 akan diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut dilaksanakan dengan jangka pendek dan panjang, jangka pendek melalui santunan berupa kebutuhan dan jangka panjang melalui pemberdayaan sosial serta pendidikan. Pelaksanaan Kick Off program tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 28 September 2021.

JAPRI (Jabar Punya Informasi)
JAPRI (Jabar Punya Informasi) "Inspirasi Anak Yatim" (HUMAS DINSOS JABAR)

Data sementara yang di dapat melalui koordinasi Dinas Sosial, DP3AKB dan DISDUKCAPIL terdapat 7.000 anak yatim, piatu serta yatim piatu. Melalui Program JAPRI dengan tema Pemberdayaan dan Pelindungan Anak Yatim, Piatu dan Yatim piatu ini semakin memberikan informasi kepada Publik tentang program kolaborasi ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang bersama terhadap anak yatim piatu di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbuka kepada siapa pun yang ingin turut mendukung program ini. Program Sinergi dan kolaborasi ini juga disupport oleh pilar-pilar ekonomi serta sosial yang bekerja sama dengan unsur pelaku usaha seperti Filantropi, 32 lembaga di Jawa Barat yang terhubung melalui program CSR yang mana keseluruhannya mendukung program Pemberdayaan dan Pelindungan Anak Yatim, Piatu dan Yatim piatu terkena dampak Covid -19.

Program Japri ini dihadiri oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat, bu Atalia Kamil, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas D3AKB, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Perwakilan Filantropi dari Forum Zakat.

Kadinsos Jabar sebagai narasumber dalam acara JAPRI menginformasikan bahwa anak yang ditinggalkan orang tua akan mendapatkan perlindungan serta pemberdayaan sosial yang kedepannya akan menunjang kehidupan yang lebih baik. Anak yang ditinggalkan pada umur 18 tahun dapat diberdayakan melalui Pelayanan Sosial Bina Remaja dengan pelatihan Barber Shop, Barista, Kuliner serta keahlian bidang lainnya. Tentunya tidak lepas, wanita rawan sosial ekonomi juga diperhatikan untuk diberikan pelayanan serta pemberdayaan sosial melalui pembekalan keahlian yang dapat menunjang kemandirian sosial dan memperbaiki ekonomi keluarga, ujar Kadinsos Jabar.

Saat ini lebih dari 70 lembaga yang memiliki program CSR siap untuk mendukung Program Pemberdayaan dan Pelindungan Anak Yatim, Piatu dan Yatim piatu yang ditinggal meninggal orangtuanya karena Covid-19. Program berlangsung tidak lupa adanya wali bagja melalui assesment yang mendalam yang menyesuaikan anak yang ditinggalkan orangtuanya. Wali bagja akan menjadi wakil orangtua yang dapat menyantuni anak tersebut sehingga anak yatim piatu tersebut mendapatkan kehangatan kasih sayang dan perhatian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved