Breaking News:

Detik-detik Ketika DI Panjaitan Diculik Saat G30S/PKI, Rumahnya Dikepung Truk Berisi Pasukan

Satu dari beberapa perwira tinggi militer yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI adalah Mayjen DI Panjaitan.

Editor: Yongky Yulius
Tribunnews
Mayor Jenderal (Anumerta) D.I Panjaitan. 

TRIBUNJABAR.ID - Satu dari beberapa perwira tinggi militer yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI adalah Mayjen Donald Isaac Panjaitan.

Pria yang biasa dikenal dengan sebutan DI Panjaitan itu sedang bersama istri dan anaknya di lantai atas rumahnya pada 1 Oktober 1965 dini hari.

Rumah berlantai dua itu terletak di Jalan Hasanuddin No. 53 kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketika itu, beberapa truk berisi pasukan mendatangi bagian depan dan belakang rumah.

Suara derap sepatu mereka ribut, pasukan juga memanggil-manggil setelah turun dari truk, "Bapak jenderal, bapak jenderal!"

Pasukan yang mengenakan seragam Cakrabirawa tersebut lalu mengepung rumah DI Panjaitan.

Di lantai bawah, pasukan diadang oleh beberapa keluarga dari sang Jenderal.

Catherine Panjaitan, putri dari DI Panjaitan bercerita, pasukan diadang oleh sepupu dan omnya, ada tiga orang laki-laki.

Namun, pasukan tersebut malah menembak dan mengenai dua orang.

"Sambil sepupu saya teriak, orang Batak itu bilang Om dengan sebutan Tulang, 'Tulang, tulang jangan turun'," ujar putri DI Panjaitan, dikutip TribunJabar.id dari kanal YouTube iNews Talkshow & Magazine pada Selasa (25/9/2018).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved