Breaking News:

Ada Kasus Covid-19 di SD di Kota Tasik, Komunitas Badut Tasik Edukasi Prokes Kepada Murid SD

Komunitas Badut Tasikmalaya menggelar edukasi protokol kesehatan di SDN Dadaha.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Komunitas Badut Tasikmalaya (Batik) mengedukasi prokes melalui lawak dan sulap di SDN Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (27/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Komunitas Badut Tasikmalaya (Batik) ikut berkiprah dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah.

Pada hari pertama sosialisasi, sejumlah anggota Batik menyambangi SDN Dadaha, Kecamatan Tawang, Senin (27/9).

Disertai dengan kepiawaiannya melawak dan bermain sulap, lima badut Batik memberi edukasi kepada murid SDN Dadaha.

Mereka menyambangi satu per satu kelas setelah sebelumnya mendapat izin kepala sekolah.

Anak-anak tampak antusias mengikuti edukasi prokes yang diselingi lawak segar dan juga sulap.

Ketua Batik, Andi Kusmayadi, mengatakan, komunitas yang dipimpinnya tergerak memberikan sosialisasi setelah ada kasus dua SD ditutup karena ada guru positif Covid-19.

"Alhamdulillah anak-anak antusias. Mungkin karena diselingi sulap dan lawakan. Mudah-mudahan mereka tambah disiplin menerapkan prokes," kata Andi yang akrab disapa Uncle Otot ini.

Salah seorang guru, Ria Arista, mengatakan, sosialisasi prokes oleh para badut mendapat sambutan anak-anak.

"Kalau sama kami atau orang tua mungkin sudah biasa. Tapi dengan badut ini mereka tampak antusias. Apalagi ada sulap dan lawaknya juga," kata Ria.

Baca juga: Pelaksaan Pembelajaran Tatap Muka di Tasik Pakai Protokol Kesehatan Ketat, Wagub Beryukur PTM Lancar

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved