Selamat dari Peristiwa G30S, Mengapa Soeharto Tidak Diculik Seperti Jenderal TNI yang Lain?

Tujuh perwira militer diculik pada peristiwa G30S. Enam jenderal dan satu perwira dienyahkan pada 1 Oktober 1965.

Dok. Kompas.com/Istimewa
Keberadaan Soeharto saat peristiwa G30S 

TRIBUNJABAR.ID - Tujuh perwira militer diculik pada peristiwa G30S. Enam jenderal dan satu perwira dienyahkan pada 1 Oktober 1965.

Mereka diculik dari kediamannya dan diangkut ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta.

Peristiwa tersebut dikabarkan dipicu karena adanya kabar burung yang mengatakan sekelompok jenderal atau Dewan Jenderal hendak mengudeta Presiden Soekarno.

Tujuh perwira militer yang gugur dalam peristiwa itu dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

Soeharto lolos dalam peristiwa tersebut.

Saat itu, Soeharto menjabat sebagai Panglima Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat).

Baca juga: Yang Terjadi pada Bung Karno Setelah Peristiwa G30S PKI, Kesaksian Anak Lihat Kesedihan Soekarno

Baca juga: Kata-kata Bijak Mengenang Para Pahlawan yang Gugur pada Peristiwa G30S, Posting di Medsos

Dikutip dari Kompas.com, Kolonel Abdul Latief, Komandan Garnisun Kodam Jayam membeberkan alasannya tidak memasukkan nama Soeharto di daftar Dewan Jenderal.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kesaksiannya kepada Mahkamah Militer.

"...karena kami anggap Jenderal Soeharto loyalis Bung Karno, maka tidak kami jadikan sasaran," kata Latief seperti dikutip dari buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, dan Petualang (2010).

Tidak hanya itu, Latief juga melapor pada Mayjen Soeharto untuk mewanti-wanti adanya upaya kudeta oleh Dewan Jenderal.

Namun, Soeharto tidak menanggapi. Tapi pernyataan berbeda disampaikan Soeharto.

Dalam wawancara dengan Der Spiegel pada 19 Juni 1970, Soeharto mengaku ditemui di RSPAD Gatot Subroto oleh Latief pada malam 30 September 1965.

Pahlawan revolusi korban G30S/PKI.
Pahlawan revolusi korban G30S/PKI. (Intisari)

Soeharto tengah menjaga anak bungsunya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang dirawat karena luka bakar akibat ketumpahan sop panas.

Namun katanya, Latief tidak memberi informasi apa-apa, malah akan membunuhnya saat itu juga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved