Breaking News:

Pembelaan Aa Umbara, Dakwaan JPU Berbeda dengan Keterangan Para Saksi di Persidangan

Rizki Rizgantara, kuasa hukum Bupati Bandung Barat nonaktif, Aa Umbara Sutisna, menyebut kliennya tidak terlibat langsung dalam dugaan korupsi.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURAHMAN
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan barang bantuan sosial (Bansos) Covid-19 yang melibatkan Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (8/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rizki Rizgantara, kuasa hukum Bupati Bandung Barat nonaktif, Aa Umbara Sutisna, menyebut kliennya tidak terlibat langsung dalam dugaan korupsi pengadaan barang bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Bandung Barat.

Klaim tersebut merujuk pada keterangan sejumlah saksi yang sudah dihadirkan dalam persidangan mulai dari pejabat di Pemkab Bandung Barat hingga sejumlah orang dari pihak swasta yang menjadi pemenang tender.

"Kesimpulannya memang dari dakwaan terkait bupati dari awal merancang siapa penyedianya, kemudian siapa PPK yang melaksanakannya kemudian dapat fee enam persen sejauh ini dari keterangan saksi itu tidak mendukung surat dakwaan," ujar Rizki saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Dari keterangan para saksi, kata dia, tidak ada keterlibatan langsung Aa Umbara dan tidak ada intervensi terkait siapa yang harus menjadi penyedia atau pelaksana pengadaan barang bantuan Covid-19.

"Karena semua yang dilakukan bupati dalam pembagian pengadaan ini memang kewajiban undang-undang yang diamanatkan," katanya.

Dalam dakwaan jaksa KPK disebutkan, Aa Umbara mengatur proses pemenangan tender perusahaan yang akan menggarap pengadaan barang.

Fakta persidangan, kata dia, dari keterangan para saksi kliennya itu hanya mengenalkan Totoh Gunawan kepada pejabat di Dinas Sosial KBB.

Totoh menjadi pemenang tender dan kini statusnya sebagai terdakwa atas kasus tersebut.

"Dari keterangan saksi-saksi, itu Pak Bupati (Aa Umbara) hanya memperkenalkan sebagai teman kecilnya dan memang bisnisnya di bidang sembako, jadi tidak langsung menunjuk Pak Totoh harus di bidang sembako," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved